Polusi Udara Jakarta, Pemerintah Diminta Fokus Pemulihan Hutan dan Kawasan Hijau
Senin, 21 Agustus 2023 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
"Seperti halnya di Malaysia, saat ini tidak satu pun hutan di wilayah Malaysia yang ada titik nyala api karena hutannya sangat sehat dan cukup air. Hutan yang sehat mempunyai daun yang mengandung 80% air, sehingga hutan tersebut tidak bisa terbakar dan bahkan dibakar," papar Anggota Bidang Pengembangan Usaha dan Inovasi DPN HKTI itu.
BHS mengungkapkan Kementerian LHK mendapatkan anggaran cukup besar senilai Rp7,55 triliun. Pemerintah juga sudah melengkapi pesawat pemadam Boeing 747 yang mampu membawa 24.000 galon air untuk memadamkan api sekaligus merawat lebih dari 100.000 hektare hutan.
Selain itu, Indonesia juga memiliki 10 helikopter pemadam untuk pengeboman air (water bombing), dan juga dilengkapi penaburan garam untuk membuat hujan-hujan buatan.
"Bila semua perawatan hutan untuk pencegahan kebakaran dilakukan oleh Kementerian LHK, maka akan mampu menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan yang menjadi penyebab polusi udara yang ada di Jabotabek. Sebab musim kemarau panjang masih terus berlanjut, maka sudah saatnya Kementerian LHK segera bergerak untuk melakukan perawatan sekaligus pemadaman hutan-hutan yang saat ini sedang terbakar dan sambil menunggu adanya musim hujan kembali," kata dia.
Baca juga: Kementerian LHK Sebut Polusi Udara Memburuk Akibat Gedung Menjulang
Karena itu, BHS meminta pemerintah untuk berhenti mengkambing-hitamkan kendaraan bermotor baik privat maupun publik dan truk pengangkut logistik serta pabrik yang ada di Jakarta. "Segera lindungi warga di seluruh Indonesia dari asap kebakaran hutan," tutupnya.
BHS mengungkapkan Kementerian LHK mendapatkan anggaran cukup besar senilai Rp7,55 triliun. Pemerintah juga sudah melengkapi pesawat pemadam Boeing 747 yang mampu membawa 24.000 galon air untuk memadamkan api sekaligus merawat lebih dari 100.000 hektare hutan.
Selain itu, Indonesia juga memiliki 10 helikopter pemadam untuk pengeboman air (water bombing), dan juga dilengkapi penaburan garam untuk membuat hujan-hujan buatan.
"Bila semua perawatan hutan untuk pencegahan kebakaran dilakukan oleh Kementerian LHK, maka akan mampu menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan yang menjadi penyebab polusi udara yang ada di Jabotabek. Sebab musim kemarau panjang masih terus berlanjut, maka sudah saatnya Kementerian LHK segera bergerak untuk melakukan perawatan sekaligus pemadaman hutan-hutan yang saat ini sedang terbakar dan sambil menunggu adanya musim hujan kembali," kata dia.
Baca juga: Kementerian LHK Sebut Polusi Udara Memburuk Akibat Gedung Menjulang
Karena itu, BHS meminta pemerintah untuk berhenti mengkambing-hitamkan kendaraan bermotor baik privat maupun publik dan truk pengangkut logistik serta pabrik yang ada di Jakarta. "Segera lindungi warga di seluruh Indonesia dari asap kebakaran hutan," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :