Jokowi Ingatkan Masyarakat Hati-hati Pilih Pemimpin, Ini Alasannya

Minggu, 20 Agustus 2023 - 07:19 WIB
loading...
A A A
“Bisa masuk (lima negara ekonomi terkuat), tetapi memang tantangannya juga tidak mudah. Ini juga berkali-kali saya sampaikan, itu peluangnya, oppurtunity-nya hanya berada pada kurun 13 tahun ke depan ini,” lanjut Jokowi.

Jokowi mencontohkan negara-negara di Amerika Latin yang pernah berada di posisi Indonesia saat ini. Lantaran tidak menggunakan kesempatannya, negara itu belum melompat menjadi negara maju hingga sekarang.

Baca Juga: Bebas dari Middle Income Trap, Indonesia Bisa Pakai Cara Ini

“Di negara Amerika Latin tahun 60 tahun 70 sudah masuk menjadi negara berkembang seperti sekarang yang kita miliki, jadi sampai sekarang mereka tetap menjadi negara berkembang. Karena saat diberi kesempatan, diberi peluang untuk maju, dia tidak gunakan,” tegas Jokowi.

“Oleh sebabnya kita harus sangat berhati-hati dalam memilih pemimpin kita agar bisa melompatkan kita menjadi negara maju,” pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Kunjungi ITB, Muhaimin:...
Kunjungi ITB, Muhaimin: Saatnya Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Maju
Menuju Status Negara...
Menuju Status Negara Maju di Tengah Ketidakpastian Global
Mencari Realitas Indonesia...
Mencari Realitas Indonesia di Luar Jendela Gedung Tinggi: Ilusi Kemajuan RI
Pesan ke Generasi Muda,...
Pesan ke Generasi Muda, Wamendagri Bima: Indonesia di Titik Penentu Sejarah
HT: Masyarakat Naik...
HT: Masyarakat Naik Kelas Ekonominya, Negara Makin Cepat Maju
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Kelas Menengah Terus...
Kelas Menengah Terus Menyusut, Mampukah RI Jadi Negara Maju di 2045?
Bank Dunia Nilai RI...
Bank Dunia Nilai RI Tak Bisa Jadi Negara Maju: Susah Keluar dari Middle Income Trap
Rekomendasi
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Hati-hati! Ini Bahaya...
Hati-hati! Ini Bahaya Konsumsi Jengkol, Bisa Merusak Ginjal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved