Mengapa Isu Perubahan Tidak Bergema? Ini Analisis Denny JA
Kamis, 17 Agustus 2023 - 20:28 WIB
loading...
A
A
A
“Ketika nanti selesai tugas di tahun 2024, usia Pak Jokowi masih tergolong sangat muda, 63 tahun. Dan Pak Jokowi masih sangat populer,” ujar Denny.
Dia berpendapat, di Indonesia, bahkan di dunia sangat jarang bahwa di ujung kekuasaan, seorang presiden mendapatkan tingkat kepuasaan (approval rating) hingga 80 persen. Usai bertemu Jokowi, Denny merenung kisah presiden Indonesia.
Menurutnya, tradisi di Indonesia, umumnya presiden berakhir buruk di ujung kekuasaannya. “Bung Karno jatuh. Pak Harto jatuh. Laporan Presiden Habibie ditolak MPR. Gus Dur juga jatuh. Megawati tidak dipilih kembali sebagai presiden, dikalahkan oleh SBY,” ucap dia.
“Dan SBY pun di ujung kekuasaanya menurun tingkat populeritasnya, yang berimbas jatuhnya perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014. Jokowi keluar dari tradisi presiden Indonesia. Ia justru sangat populer di ujung kekuasaannya,” tambahnya.
Denny pun mengutip puisi Kahlil Gibran. “Celakalah sebuah negeri, yang membunyikan terompet dan bertepuk tangan menyambut pemimpin baru. Namun melepas pemimpin itu dengan cemooh dan cacian di ujung kekuasaannya.”
“Masih sangat populernya Jokowi di ujung kekuasaan adalah tradisi yang baik untuk dilanjutkan oleh Presiden Indonesia berikutnya,” pungkas Denny.
Dia berpendapat, di Indonesia, bahkan di dunia sangat jarang bahwa di ujung kekuasaan, seorang presiden mendapatkan tingkat kepuasaan (approval rating) hingga 80 persen. Usai bertemu Jokowi, Denny merenung kisah presiden Indonesia.
Menurutnya, tradisi di Indonesia, umumnya presiden berakhir buruk di ujung kekuasaannya. “Bung Karno jatuh. Pak Harto jatuh. Laporan Presiden Habibie ditolak MPR. Gus Dur juga jatuh. Megawati tidak dipilih kembali sebagai presiden, dikalahkan oleh SBY,” ucap dia.
“Dan SBY pun di ujung kekuasaanya menurun tingkat populeritasnya, yang berimbas jatuhnya perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014. Jokowi keluar dari tradisi presiden Indonesia. Ia justru sangat populer di ujung kekuasaannya,” tambahnya.
Denny pun mengutip puisi Kahlil Gibran. “Celakalah sebuah negeri, yang membunyikan terompet dan bertepuk tangan menyambut pemimpin baru. Namun melepas pemimpin itu dengan cemooh dan cacian di ujung kekuasaannya.”
“Masih sangat populernya Jokowi di ujung kekuasaan adalah tradisi yang baik untuk dilanjutkan oleh Presiden Indonesia berikutnya,” pungkas Denny.
(rca)
Lihat Juga :