MPR Dorong Danau Kelimutu Jadi Satu Paket Wisata dengan Labuan Bajo
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Setelah ada kebijakan pusat untuk membangun infrastruktur jalan, menurutnya, baru masyarakat dibangun. Bahkan, Koordinator Nusantara Mengaji ini mengusulkan didirikan Sekolah Pariwisata. Sehingga, ke depan, NTT bisa meniru pengembangan pariwisata seperti di Bali. "Kalau ada sekolah pariwisata, nanti lulusannya langsung terserap sehingga ini terencana, infrastruktur dibangun, SDM juga disiapkan. Jangan hanya bangun jalan, habis itu tidak ada sekolah, atau tidak ada SDM sehingga tidak bisa mengelolanya," katanya.
Menurut Gus Jazil, anggaran di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang mencapai Rp5,36 triliun pada APBN 2020 dinilai cukup besar. Meskipun karena pandemi Covid-19, dipangkas tinggal Rp3,26 triliun. Karena itu, dirinya mendorong Kemenparekraf untuk meningkatkan promosi pariwisata di NTT. Sebab, salah satu indikator kemajuan ekonomi diukur dari iklim pariwisata di daerah tersebut. "Media promosi tidak bisa hanya ditangani negara, harus bekerja sama dengan travel-travel lokal. Artinya travel di Ende kalau kecil maka pariwisata itu tidak laku. Nah membangun jejaring itu yang harus difasilitasi.
Dikatakan Gus Jazil, saat pandemi ini, untuk mengukurnya ekonomi ada di sektor pariwisata. Kalau sektor pariwisata sepi berarti ekonomi juga sepi. Oleh karena itu, wilayah Ende yang masuk zona hijau Covid-19 sehingga spot pariwisata aman maka sektor pariwisata di NTT perlu segera dibuka. "Tidak perlu takut asal pengelolaannya diatur sedemikian rupa agar produksi kerajinan masyarakat, UMKM men-support, kemudian berdaya kembali," katanya.
Menurut Gus Jazil, anggaran di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang mencapai Rp5,36 triliun pada APBN 2020 dinilai cukup besar. Meskipun karena pandemi Covid-19, dipangkas tinggal Rp3,26 triliun. Karena itu, dirinya mendorong Kemenparekraf untuk meningkatkan promosi pariwisata di NTT. Sebab, salah satu indikator kemajuan ekonomi diukur dari iklim pariwisata di daerah tersebut. "Media promosi tidak bisa hanya ditangani negara, harus bekerja sama dengan travel-travel lokal. Artinya travel di Ende kalau kecil maka pariwisata itu tidak laku. Nah membangun jejaring itu yang harus difasilitasi.
Dikatakan Gus Jazil, saat pandemi ini, untuk mengukurnya ekonomi ada di sektor pariwisata. Kalau sektor pariwisata sepi berarti ekonomi juga sepi. Oleh karena itu, wilayah Ende yang masuk zona hijau Covid-19 sehingga spot pariwisata aman maka sektor pariwisata di NTT perlu segera dibuka. "Tidak perlu takut asal pengelolaannya diatur sedemikian rupa agar produksi kerajinan masyarakat, UMKM men-support, kemudian berdaya kembali," katanya.
(cip)
Lihat Juga :