5 Fakta John Lie, Laksamana Muda Berdarah Tionghoa yang Banyak Berjasa bagi Indonesia

Rabu, 09 Agustus 2023 - 12:23 WIB
loading...
5 Fakta John Lie, Laksamana...
Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie banyak membantu perjuangan bangsa Indonesia, khususnya melalui sektor laut. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Sosok Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Tanah Air. Dalam sejarah hidupnya, John Lie memiliki banyak jasa dan kontribusi bagi perjuangan bangsa Indonesia.

John Lie lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 9 Maret 1911. Dia juga biasa dikenali sebagai Jahja Daniel Dharma.

Sepanjang riwayat hidupnya, John Lie telah banyak membantu perjuangan bangsa Indonesia, khususnya melalui sektor laut. Untuk mengenalnya lebih jauh lagi, simak sederet fakta tentang Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie sebagai berikut.

Fakta John Lie

1. Perwira TNI Berdarah Tionghoa

John Lie memiliki orang tua keturunan Tionghoa. Dia merupakan putra dari pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tjeng Nie Nio

Tanah kelahirannya John Lie sendiri bernama adalah Kanaka. Tempat tersebut merupakan Kampung Tionghoa yang berada di Kecamatan Manado Tengah.

2. Bergabung dengan ALRI

Setelah menyelesaikan pendidikan, John Lie sempat bekerja sebagai kelasi dek di maskapai pelayaran Koninlijk Paketvaart Maatschapij. Pengalaman kerja inilah yang membuatnya juga mendapatkan kursus navigasi.

Saat Perang Dunia II berlangsung sekitar 1942 hingga 1944, John bertugas di Logistic Task Force Royan Navy atau Satuan Tugas Logistik Angkatan Laut Inggris. Tugasnya adalah melayani pasokan kapal-kapal Sekutu yang tiba dari Australia.

Baca Juga Laksamana Muda John Lie, Si 'Hantu' Selat Malaka yang Selalu Lolos dari Kepungan Belanda

Selama bertugas di Royal Navy, John mendapat banyak latihan kelautan di pangkalan Angkatan Laut Inggris di Teluk Persia. Tak mau menyiakan kesempatan, dia turut memanfaatkan hal itu untuk meningkatkan keahlian dalam mengoperasikan berbagai senjata, pengenalan taktik perang di laut, sistem komunikasi seperti Morse, pengenalan jenis-jenis kapal Sekutu, hingga pengetahuan mengenai ranjau laut.

Pasca kabar merdekanya Indonesia tersebar, John Lei dan para pelaut lainnya tersulut untuk segera pulang dan mengabdi untuk Tanah Air. Setelahnya, dia melamar ke Angkatan Laut RI (ALRI) yang baru saja dibentuk.

3. Penyelundup Alat Perang

Sekitar September 1947, Kepala Urusan Pertahanan di Luar Negeri membeli sejumlah kapal cepat untuk digunakan memasok kebutuhan perlengkapan perjuangan. Tak asal menunjuk awaknya, dilakukan penyaringan untuk mencari yang terbaik. John Lie menjadi salah satu yang lolos seleksi.

Pada tugasnya, John dipercaya menjadi kapten Kapal "The Outlaw". Operasi pertamanya dilakukan dengan rute Singapura-Labuan Bilik dan Port Swettenham. Inilah momen ketika kemampuannya sebagai penyelundup alat perang diuji.

Pada pelayaran Oktober 1947, "The Outlaw" membawa perlengkapan militer berupa senjata, peluru, dan perbekalan dari Selat Johor ke Sumatera. Namun, aktivitas John Lie sudah diendus pasukan Belanda.

Saat tiba di Labuan Bilik, pesawat Belanda tiba-tiba muncul. Mereka mengitari pelabuhan dan mengeluarkan perintah agar "The Outlaw" segera meninggalkan pelabuhan. Tak ciut nyali, John Lei berbohong mengatakan bahwa kapalnya sedang kandas dan tidak bisa bergerak.

Mendengar alasan itu, awak pesawat marah dan senjata mesin pun langsung diarahkan untuk menembak The Outlaw. Anehnya, pesawat itu justru langsung pergi dan tidak jadi menembak.

Baca Juga Kisah John Lie, Selundupkan Senjata dengan Kapal Pembangkang

Setelahnya, John Lei bersama 22 awak kapalnya membongkar muatan senjata dan amunisi yang kemudian diserahkan kepada komandan pejuang setempat.

Selanjutnya, aksi penyelundupan senjata dan hasil bumi terus dilakukan John Lei. Menariknya, dia selalu lolos dari sergapan armada Angkatan Laut Belanda. Kelihaiannya ini bahkan telah menarik perhatian media internasional. BBC London, dalam siarannya menjuluki "The Outlaw" dengan nama "The Black Speedboat".

4. Punya Julukan Hantu Selat Malaka

Saat bertugas, John Lie adalah sosok yang selalu dicari dan dikejar armada Belanda. Uniknya, ketika berada dalam pengepungan dan sergapan musuh, dia selalu lolos dari bahaya.

Kejadian-kejadian itulah yang membuat John Lei dijuluki 'Hantu' Selat Malaka. Sosok yang bisa dilihat dan ditemukan, namun dapat menghilang dengan cepat layaknya hantu.

Pada salah satu kisahnya, The Outlaw pernah dihadang kapal Belanda saat memasuki Delta Tamiang. Kapal terus dibombardir dengan tembakan meriam dan menghujam bagian lambung.

Melihat keadaan, John Lie pasrah. Namun, keajaiban datang ketika kapal Belanda tiba-tiba tidak bisa bergerak mengejar "The Outlaw" karena kandas. Kesempatan itu dimanfaatkan para kru untuk melarikan diri dan bersembunyi di Delta Tamiang.

5. Pahlawan Nasional

Pada 27 Agustus 1988, John Lie meninggal dunia. Atas dedikasi dan perjuangannya untuk bangsa Indonesia, dia dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 November 2009.

Tak hanya itu, pada awal Januari 2017 nama John Lie juga diabadikan pada salah satu kapal perang Indonesia, yaitu KRI John Lie.

Itulah sejumlah fakta terkait John Lie, prajurit TNI berdarah Tionghoa yang dijuluki ‘Hantu Selak Malaka’.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Kasus Chromebook, Publik...
Kasus Chromebook, Publik Harus Fokus Fakta Sidang daripada Opini Digital
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Rekomendasi
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved