Menebak Kans Khofifah Indar Parawansa Jadi Cawapres di Pilpres 2024

Selasa, 08 Agustus 2023 - 11:10 WIB
loading...
A A A
“Sebut misalnya Hamzah Haz, Hasyim Muzadi, dan Ma’ruf Amin. NU selalu menjadi salah satu organ terpenting untuk mendulang suara dalam pemilu,” ucapnya.

Ketiga, tentang Jawa Timur. “Khofifah adalah gubernur Jawa Timur yang wilayahnya memiliki jumlah pemilih terbanyak kedua setelah Jawa Barat dalam DPT (daftar pemilih tetap, red) untuk Pemilu 2024, yaitu 31.402.242 orang dengan 120.666 TPS,” tuturnya.

Keempat, faktor elektabilitas. “Sebagai cawapres 2024, Khofifah punya elektabilitas di kisaran 10-15 persen. Sudah cukup bagus untuk bisa membantu meningkatkan suara siapapun pasangan capresnya,” kata Igor.

Kelima, dia menuturkan bahwa hambatan Khofifah untuk bisa maju sebagai cawapres 2024 terletak pada restu dari PBNU, Cak Imin, dan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Timur untuk yang kedua kali di pemilu serentak tahun depan.

Pendapat berbeda disampaikan oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab. “Melihat trennya, cukup berat bagi Khofifah untuk dapat dipasangkan dengan salah satu capres. Apalagi beliau dikabarkan menolak tawaran kubu Anies sebagai salah satu kandidat cawapresnya,” kata Fadhli Harahab secara terpisah.

Namun, menurut Fadhli, bukan tidak mungkin Khofifah punya modal besar untuk ikut bertarung. “Selain dapat mewakili sentimen perempuan, beliau juga seorang kepala daerah dengan jumlah pemilih terbanyak. Itu saya kira bisa mempengaruhi koalisi parpol untuk memilihnya sebagai kandidat cawapres,” ucapnya.

Dia menilai Khofifah bisa saja menambah elektabilitas capres pendampingnya. “Sebab, untuk merebut Jatim, ya, khofifah akan jadi ujung tombaknya. Dia juga punya jaringan luas melalui organisasi NU-nya. Secara nasional, dia juga mewakili sentimen perempuannya, dan bukan tidak mungkin, sentimen itu bisa dimanfaatkan menjadi strategi pemenangan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Rekomendasi
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved