Gugus Tugas Resmi Luncurkan Sistem Bernama ‘Bersatu Lawan COVID-19’

Rabu, 29 April 2020 - 18:03 WIB
loading...
Gugus Tugas Resmi Luncurkan...
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengatakan pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meluncurkan sistem ‘Bersatu Lawan COVID-19’. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Sebagai upaya transparansi dan keterbukaan data kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia kepada publik. Secara resmi hari ini, pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meluncurkan sistem ‘Bersatu Lawan COVID-19’.

Sistem ini resmi diluncurkan oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (29/4/2020).

“Sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo dalam menjamin transparansi dan keterbukaan data kepada publik maka Tim Pakar Gugus Tugas bersama Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Kemenkominfo, Kementerian BUMN, Badan Sandi dan Siber Negara, serta Komisi Informasi Publik telah merancang sistem yang mampu mencatat dan mengintegrasikan data COVID-19,” ujar Doni.

Doni menjelaskan sistem ini akan mencatat informasi data yang diinput melalui data di tingkat Puskesmas, Rumah Sakit, Laboratorium Pemeriksa dan Dinas Kesehatan di tingkat daerah dengan pendampingan dari unsur TNI, Polri, BPBD serta BIN dan jajaran Kominfo di Daerah.

Ia pun menjelaskan sistem ini mampu memantau data sebaran kasus positif, pasien positif, yang sembuh dan meninggal, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan gambaran kasus secara detail. “Serta dapat digunakan untuk menganalisis kebutuhan logistik rumah sakit dan laboratorium dalam penanganan kasus COVID-19, untuk dijadikan landasan dalam membuat kebijakan kedepan,” jelas Doni.

Masyarakat, kata Doni dapat mengakses informasi dari sistem ini di website covid19.go.id untuk mendapatkan informasi tentang peta sebaran kasus secara nasional dan akan memperlihatkan sebaran kasus positif COVID-19 yang ada di seluruh provinsi di Indonesia. Di dalam sistem tersebut terdapat peta sebaran kasus berdasarkan waktu, yang memperlihatkan riwayat sebaran kasus mulai awal hingga saat ini.

“Grafik terkonfirmasi sembuh dan meninggal secara harian. Grafik kasus per Provinsi yang memperlihatkan grafik kasus meninggal, sembuh dan dirawat dari tiap provinsi di seluruh Indonesia,” papar Doni.

Selain itu juga akan ada gambaran melalui grafik kasus berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur. Grafik kasus berdasarkan gejala awal dan komorbid atau kondisi penyerta yang paling banyak diderita oleh pasien COVID-19. Serta grafik kasus kumulatif nasional yang memperlihatkan grafik kasus meninggal sembuh dan dirawat harian secara nasional.

Sistem ‘Bersatu Lawan COVID-19’ juga akan ada dalam bentuk aplikasi. Sehingga, kata Doni masyarakat bisa mengunduh melalui Play Store maupun App Store. “Aplikasi bersatu lawan COVID-19 bisa diinstall melalui landing page covid19.go.id yang akan hadir di Play Store dan App Store,” katanya.

Di dalam aplikasi ini juga berfungsi untuk mengetahui pemantauan wilayah, pemantauan lokasi rawan, diagnosa mandiri, pemantauan isolasi dan telekonsultasi. “Aplikasi ini dapat digunakan untuk masyarakat dan petugas. Sehingga dapat menekan penyebaran COVID-19 dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat,” tutup Doni.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
El Rumi Sentil Sosok...
El Rumi Sentil Sosok yang Ngemis Rating, Sindir Anjasmara?
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Berita Terkini
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Hadiri Sidang Dokter...
Hadiri Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama Tak Ada Perpecahan
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Sambut Baik Kebijakan...
Sambut Baik Kebijakan BKN, Amos Simanjuntak: Kenaikan Pangkat ASN Berbasis Merit Perkuat Reformasi Birokrasi
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid II Dibacakan 20 Juli
IUCN Lihat Menhut Paham...
IUCN Lihat Menhut Paham Akar Masalah Konservasi Gajah
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved