HUT BNPT, Mendesain Karakter Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Sabtu, 29 Juli 2023 - 22:01 WIB
loading...
HUT BNPT, Mendesain...
Sebagai negara dengan beragam budaya dan agama, Indonesia memiliki sejumlah tantangan untuk menjadi negara maju dan sejahtera. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebagai negara dengan beragam budaya dan agama, Indonesia memiliki sejumlah tantangan untuk menjadi negara maju dan sejahtera. Salah satunya adalah bibit intoleransi dan radikalisme yang mengarah pada terorisme.

Tantangan tersebut semakin kompleks dengan hadirnya bonus demografi di 2045. Sejak dini penting menjaga dan merawat generasi muda yang akan memegang estafet kepemimpinan nasional guna mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikan motivator dan pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian memperingati HUT ke-13 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) yang puncak perayaannya digelar di Jakarta Theatre, Jumat (28/7/2023) siang.

Baca juga: 13 Tahun BNPT, Imam Besar Masjid Istiqlal: Kuantitas Kelompok Radikal Minim

Menurutnya, ada hal yang perlu dilakukan untuk memperkuat ideologi bangsa agar terhindar dari infiltrasi ideologi luar. Pertama, dalam membangun sebuah negara itu seperti membangun sebuah rumah besar, dibutuhkan pondasi yang kuat, yaitu Pancasila. Nilai nilai Pancasila perlu diilhami secara mendalam tidak hanya sebagai jargon semata.

"Semua sila-silanya harus masuk ke hati. Namun selama ini yang dirasa Pancasila hanya sekadar pengetahuan kognitif, belum menjadi belief system ke hati yang paling dalam. Maka, tanamkan itu dan insyaAllah nilai-nilai yang tidak sesuai di hati akan terhindar dengan sendirinya," ucap Ary Ginanjar di Jakarta, Jumat (28/7/2023).

Ary mengatakan, jika Indonesia bersiap sejak dini untuk memanfaatkan bonus demografi setelah 100 tahun kemerdekaan, maka Indonesia Emas akan terjadi. Namun kalau gagal merencanakannya, maka akan menjadi beban demografi yang dapat menimbulkan beragam persoalan.

Karena itu, menurut Ary, untuk melahirkan dan memanfaatkan generasi emas, kita harus mampu menyeimbangkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan 3 kecerdasan yang sempurna yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Riset membuktikan bahwa Kecerdasan Intelektual itu berperan hanya 10-20%. Sisanya, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

"Kita harus melahirkan manusia yang bukan hanya sebatas cerdas otak, namun harus diimbangi dengan cerdas jiwa dan cerdas hati. Dengan cara seperti itu, Indonesia Emas akan tercipta, tapi sebaliknya, jika kita kehilangan hati nurani maka kita akan mengalami beban demografi," ujarnya.

Indonesia Emas 2045 merupakan salah satu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) yang menargetkan untuk mewujudkan negara yang tangguh, mandiri dan inklusif di 100 tahun kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tahun 2045.

Untuk merealisasikannya, Ary menilai perlu ditanamkan fondasi wawasan kebangsaan atau nasionalisme sejak dini maupun pada kurikulum di SD,SMP dan SMA, bahkan kepada generasi milenial dan zelenial, sehingga kesadaran bernegara, wawasan kebangsaan dimiliki oleh mereka.

Selain itu, Ary juga menambahkan, perlu ditanamkan nilai-nilai moral dasar yang biasa disebut 7 Budi Utama guna memperkuat karakter anak bangsa. "Segenap bangsa Indonesia harus memegang teguh nilai jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli. 7 Budi Utama inilah yang harus selalu digaungkan, diajarkan dan harus ditujukkan dalam keseharian," kata Ary.

Salah satu peran strategis yang perlu dimaksimalkan untuk menjaga generasi bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas adalah fungsi pencegahan paham radikal yang mengarah kepada terorisme. Ary mengatakan, BNPT merupakan suatu organisasi yang perlu diperkuat eksistensinya dalam merawat kebhinekaan di Indonesia.

Terorisme menimbulkan teror, ketakutan, kerusakan, ganguan keamanan bahkan korban jiwa. Untuk itu, penting untuk ditanamkan nilai luhur, kebhinekaan dan nasionalisme kepada anak bangsa agar memiliki kewaspadaan terhadap bahaya laten tersebut. Mengingat mereduksi dan mengeliminir ideologi intoleran, radikalisme dan terorisme merupakan kunci untuk menjamin generasi emas yang tangguh dan berintegritas untuk menahkodai Indonesia di masa mendatang.

Ary mengatakan peran BNPT semakin lama semakin terasa bahwa bangsa ini bisa bersatu, bisa tenang, karena ada kerja keras dan usaha totalitas dari BNPT. Tentunya tugas ini membutuhkan sinergi dan partisipasi multipihak.

"Saya harap BNPT terus maju, terus bersemangat untuk membangun Indonesia Sejahtera, Indonesia bersatu damai tanpa radikalisme," kata Ary.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Demi Akselerasi Pembangunan...
Demi Akselerasi Pembangunan Daerah, Generasi Muda Ingin Peran DPD Menguat
Rustini Muhaimin Ajak...
Rustini Muhaimin Ajak Perempuan dan Generasi Muda Rawat Ekosistem Alam
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Rekomendasi
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Berita Terkini
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved