Kudatuli, Gus Dur dan Megawati Jadi Simbol Perlawanan Saat Itu
Senin, 27 Juli 2020 - 22:36 WIB
loading...
eristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau disebut Kudatuli menjadi salah satu tragedi di era Orde Baru, terjadi serangan Kantor DPP PDI Megawati Soekarnoputri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau disebut Kudatuli tercatat menjadi salah satu tragedi kelam di era Orde Baru. Kala itu, terjadi serangan terhadap Kantor DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri di Jakarta yang memicu serangan balasan terhadap kekuatan pendukung Soeharto di berbagai daerah.
(Baca juga: Refleksi Kudatuli, Milenial Harus Belajar dari Sejarah)
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim memiliki memori sejarah terkait peristiwa Kudatuli. Ia menilai, peristiwa berdarah ini menjadi bagian dari kristalisasi perlawanan rakyat di berbagai daerah terhadap rezim otoriter Orde Baru.
"Jauh sebelumnya, kelompok-kelompok kecil mahasiswa dan rakyat sudah bergerak sporadis di berbagai daerah dengan berbagi isu terkait penindasan rakyat oleh rezim. Sasaran utamanya, menjatuhkan rezim otoriter Orde Baru," kata Luqman, Senin (27/7/2020).
(Baca juga: Refleksi Peristiwa Kudatuli, PDIP Surabaya Ajak Anak Muda Melek Sejarah)
(Baca juga: Refleksi Kudatuli, Milenial Harus Belajar dari Sejarah)
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim memiliki memori sejarah terkait peristiwa Kudatuli. Ia menilai, peristiwa berdarah ini menjadi bagian dari kristalisasi perlawanan rakyat di berbagai daerah terhadap rezim otoriter Orde Baru.
"Jauh sebelumnya, kelompok-kelompok kecil mahasiswa dan rakyat sudah bergerak sporadis di berbagai daerah dengan berbagi isu terkait penindasan rakyat oleh rezim. Sasaran utamanya, menjatuhkan rezim otoriter Orde Baru," kata Luqman, Senin (27/7/2020).
(Baca juga: Refleksi Peristiwa Kudatuli, PDIP Surabaya Ajak Anak Muda Melek Sejarah)
Lihat Juga :