2 Jebolan Fakultas Hukum UGM yang Sukses Jabat Gubernur di Indonesia, Salah Satunya Capres 2024
Selasa, 11 Juli 2023 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
Tidak sampai di situ, pemilik jargon ‘Tuanku ya Rakyat, Gubernur cuma Mandat’ ini juga bakal menjadi calon presiden pada tahun Pilpres 2024 mendatang. Ganjar resmi menjadi capres usai diusung oleh partainya, yakni PDIP.
![2 Jebolan Fakultas Hukum UGM yang Sukses Jabat Gubernur di Indonesia, Salah Satunya Capres 2024]()
Selanjutnya ada nama Pieter Alexander Tallo. Ia merupakan sosok gubernur terpilih di Nusa Tenggara Timur selama dua periode, terhitung sejak tahun 1998 hingga tahun 2008.
Nama Pieter Alexander Tallo juga termasuk lulusan Fakultas Hukum UGM. Pria Kelahiran 27 April 1942 ini menjadi alumni UGM pada tahun 1970 dan bergelar Sarjana Hukum.
Sama dengan Ganjar, Piet juga ternyata sudah berpengalaman di dunia politik Tanah Air. Hal itu dapat dilihat dari riwayatnya yang pernah menjadi Bupati Timor Tengah Selatan selama dua periode, dari tahun 1983 hingga 1993.
Baca juga: 5 Fakta Letjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, Eks Ajudan Wapres yang Menjadi Wagub Lemhannas
Namun semua karier politiknya harus terhenti lantaran ia memiliki riwayat penyakit asma dan saluran pernafasan akut. Pada tanggal 25 April 2009, Piet pun meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
2. Pieter Alexander Tallo
.jpg)
Selanjutnya ada nama Pieter Alexander Tallo. Ia merupakan sosok gubernur terpilih di Nusa Tenggara Timur selama dua periode, terhitung sejak tahun 1998 hingga tahun 2008.
Nama Pieter Alexander Tallo juga termasuk lulusan Fakultas Hukum UGM. Pria Kelahiran 27 April 1942 ini menjadi alumni UGM pada tahun 1970 dan bergelar Sarjana Hukum.
Sama dengan Ganjar, Piet juga ternyata sudah berpengalaman di dunia politik Tanah Air. Hal itu dapat dilihat dari riwayatnya yang pernah menjadi Bupati Timor Tengah Selatan selama dua periode, dari tahun 1983 hingga 1993.
Baca juga: 5 Fakta Letjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, Eks Ajudan Wapres yang Menjadi Wagub Lemhannas
Namun semua karier politiknya harus terhenti lantaran ia memiliki riwayat penyakit asma dan saluran pernafasan akut. Pada tanggal 25 April 2009, Piet pun meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
(kri)
Lihat Juga :