Musim Kemarau Bukan Berarti Tidak Ada Potensi Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Senin, 10 Juli 2023 - 07:26 WIB
loading...
Musim Kemarau Bukan...
BMKG mencatat dua pekan terakhir terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim kemarau. Foto/ANTARA
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua pekan terakhir terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia. Hal ini disertai juga dengan meningkatnya jumlah kejadian bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem seperti banjir dan genangan yang merusak bangunan serta mengganggu transportasi.

Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim kemarau. Mengapa hujan masih sering terjadi?

Baca juga: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi hingga Sepekan ke Depan

Prakirawan BMKG Kania Mustikawati menjelaskan sebagai negara kepulauan yang terletak di ekuator serta diapit dua benua besar dan dua samudera luas, pola hujan di wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis ini.

“Tak heran ada bagian wilayah Indonesia yang sedang kemarau dan lama tidak hujan namun di wilayah lainnya justru sedang banyak hujan bahkan tingginya intensitas curah hujan yang memicu bencana hidrometeorologi,” ujar Kania dalam keterangannya dikutip Senin (10/7/2023).

Secara umum, kata Kania, BMKG membagi pola hujan di berbagai wilayah Indonesia menjadi tiga pola hujan yaitu ekuatorial atau tropis yang ditandai dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun dengan tidak ada musim kemarau yang kentara.

“Kemudian pola hujan monsunal yang terlihat pergantian antara musim hujan dan musim kemarau yang jelas,” katanya.

Terakhir adalah pola hujan lokal yang dicirikan dengan besarnya pengaruh kondisi lingkungan fisik setempat seperti bentang perairan atau lautan pegunungan yang tinggi serta pemanasan lokal yang intensif. Pola ini hanya terjadi satu kali maksimum curah hujan bulanan dalam waktu satu tahun di mana ini berkebalikan dengan pola hujan monsunal.

“Sehingga pada bulan Juni-Juli seperti sekarang pola hujan tipe monsun berada pada periode musim kemarau sedangkan pada tipe ekuatorial dan lokal pada bulan Juni ini dapat dikatakan berada pada periode musim hujan,” papar Kania.

Lalu, wilayah dengan pola hujan tipe monsun saat ini berada pada periode musim kemarau namun bukan berarti tidak ada potensi hujan. Mengapa demikian?

Kania menjelaskan bahwa musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali karena musim kemarau dapat dipahami sebagai kondisi dimana curah hujan pada suatu periode lebih rendah dibandingkan dengan periode lainnya.

“Sebagai contoh untuk tipe monsun periode Juni, Juli, Agustus memiliki curah hujan yang lebih rendah dibandingkan periode lainnya. Selama musim kemarau curah hujan cenderung berkurang dan terjadi periode yang lebih panjang hari tanpa hujan yang signifikan,” tuturnya.

Meskipun ada periode kering yang lebih lama, kata Kania, tetap ada potensi hujan selama musim kemarau meskipun curah hujan biasanya lebih ringan dibandingkan dengan musim hujan. “Faktor-faktor seperti pengaruh angin muson pola sirkulasi atmosfer dan variabilitas iklim regional dapat mempengaruhi pola hujan selama musim kemarau di berbagai wilayah di Indonesia.”

Kenapa terjadi peningkatan curah hujan pada dua pekan terakhir khususnya di wilayah pola hujan monsunal di Indonesia? Kania mengatakan jika cuaca dan iklim di wilayah Indonesia itu dipicu oleh berbagai faktor dinamika atmosfer mulai dari skala global sehingga regional dan lokal.

Analisis BMKG menunjukkan hingga awal Juli ini beberapa faktor dinamika atmosfer skala regional hingga lokal berperan cukup signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan sehingga menyebabkan kenapa dalam dua pekan ini masih terjadi potensi hujan di beberapa wilayah dan bahkan dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: BMKG: 60% Wilayah Indonesia Telah Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023

“Beberapa faktor dinamika atmosfer tersebut antara lain yang pertama adanya aktivitas gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di sekitar wilayah Indonesia yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang kedua terjadinya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian utara yang dipicu oleh adanya pola sirkulasi di sekitar Laut Cina Selatan dan utara Sulawesi. Kondisi ini dapat turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan,” tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Cegah Karhutla Akibat...
Cegah Karhutla Akibat El Nino, Kemenhut-BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Mencapai 4 Meter di Beberapa Perairan hingga 22 April 2026
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Rekomendasi
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved