6 Jenderal TNI Pemilik Brevet Kopassus Veteran Operasi Seroja, Nomor 4 Saksikan Komandan Gugur di Pelukan
Minggu, 09 Juli 2023 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam buku biografi berjudul 'Endriartono Sutarto: Prajurit Profesional yang Humas, tentara kelahiran Purworejo, 29 April 1947 ini menceritakan kesedihannya kehilangan sahabatnya, Lettu Inf Agus Revulton yang gugur akibat ditembak musuh. Ketika itu dirinya mendapat tugas operasi di wilayah Liquisa, Timor Timur.
Tak terima kehilangan sahabat, Endriartono bersama peletonnya kemudian menyiapkan serangan pembalasan. Hasilnya, sebanyak tujuh musuh tewas tertembak. "Terbalaskan sudah gugurnya Lettu Inf Agus Revulton sahabat karib dan seperjuangan," tulis Endriartono dalam bukunya.
Karier militer Endriantono juga termusuk moncer. Mengawali sebagai Danton Bantuan A Yonif Linud 305/Tengkorak Kostrad, kariernya terus menanjak, menjadi Asops Kasum ABRI, Komandan Paspampres, Komandan Sesko TNI, Wakil KSAD, dan KSAD. Endriartono mencapai jabatan tertinggi militer menjadi Panglima TNI di era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
![6 Jenderal TNI Pemilik Brevet Kopassus Veteran Operasi Seroja, Nomor 4 Saksikan Komandan Gugur di Pelukan]()
FOTO/FACEBOOK LUHUT BINSAR PANDJAITAN
Luhut Binsar Pandjaitan juga salah satu Jenderal TNI veteran Operasi Seroja yang memiliki brevet Kopassus. Nyawanya nyaris melayang dalam operasi tersebut.
Dikutip dari buku 'Kopassus untuk Indonesia' diceritakan, ketika itu Luhut yang masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) dan menjabat sebagai Komandan Kompi A ditugaskan merebut Aileu dan membantu Batalyon 406 yang terjepit oleh Tropas kelompok bersenjata Fretilin.
Meski berhasil menduduki Aileu, bukan berarti Lulusan terbaik Akmil 1970 ini dan pasukannya sudah dalam keadaan aman. Ancaman serangan dari kelompok bersenjata Tropas masih bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Mengingat Tropas memiliki motivasi tinggi, kemampuan menembak, dan menguasai medan dengan sempurna.
"Terbukti ketika TNI mendarat di Dili, banyak yang gugur dengan tembakan di dada dan kepala. Bukan karena berondongan senapan otomatis melainkan dengan ketepatan membidik," kata Luhut dikutip dari buku Kopassus untuk Indonesia, Kamis (24/11/2022).
Asisten Operasi Mabes ABRI Kolonel M Sanif memperingatkan Luhut untuk selalu waspada mengingat posisinya rentan disusupi. Berkat peringatan itu, Luhut menjadi lebih waspada. Pada malam hari, Luhut meminta anak buahnya untuk selalu siaga dan membuat perlindungan agar tidak menjadi sasaran tembak. Hal yang dikhawatirkan pun terjadi, menjelang tengah malam lokasi Luhut benar-benar diserbu musuh.
Namun karena kesiapsiagaan sudah dijalankan sebelumnya maka kami dapat mengatasi penyerbuan itu," kenang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) ini dalam buku biografinya berjudul Luhut yang ditulis Nurmala Kartini Pandjaitan, adik kandungnya.
Di militer, Luhut besar sebagai prajurit Kopassus. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, antara lain Danden 81 Anti Teroris Kopassus, Asops Danjen Kopassus, Danpusdikpassus, Danpussenif. Jabatan terakhirnya di militer adalah Dankodiklat TNI AD.
Selepas dari militer, Luhut masuk ke birokrasi pemerintahan. Beberapa jabatannya adalah Dubes RI untuk Singapura, Menperindag, Kepala Staf Kepresidenan, Menko Polhukam, dan saat ini menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi.
Tak terima kehilangan sahabat, Endriartono bersama peletonnya kemudian menyiapkan serangan pembalasan. Hasilnya, sebanyak tujuh musuh tewas tertembak. "Terbalaskan sudah gugurnya Lettu Inf Agus Revulton sahabat karib dan seperjuangan," tulis Endriartono dalam bukunya.
Karier militer Endriantono juga termusuk moncer. Mengawali sebagai Danton Bantuan A Yonif Linud 305/Tengkorak Kostrad, kariernya terus menanjak, menjadi Asops Kasum ABRI, Komandan Paspampres, Komandan Sesko TNI, Wakil KSAD, dan KSAD. Endriartono mencapai jabatan tertinggi militer menjadi Panglima TNI di era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
6. Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan

FOTO/FACEBOOK LUHUT BINSAR PANDJAITAN
Luhut Binsar Pandjaitan juga salah satu Jenderal TNI veteran Operasi Seroja yang memiliki brevet Kopassus. Nyawanya nyaris melayang dalam operasi tersebut.
Dikutip dari buku 'Kopassus untuk Indonesia' diceritakan, ketika itu Luhut yang masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) dan menjabat sebagai Komandan Kompi A ditugaskan merebut Aileu dan membantu Batalyon 406 yang terjepit oleh Tropas kelompok bersenjata Fretilin.
Meski berhasil menduduki Aileu, bukan berarti Lulusan terbaik Akmil 1970 ini dan pasukannya sudah dalam keadaan aman. Ancaman serangan dari kelompok bersenjata Tropas masih bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Mengingat Tropas memiliki motivasi tinggi, kemampuan menembak, dan menguasai medan dengan sempurna.
"Terbukti ketika TNI mendarat di Dili, banyak yang gugur dengan tembakan di dada dan kepala. Bukan karena berondongan senapan otomatis melainkan dengan ketepatan membidik," kata Luhut dikutip dari buku Kopassus untuk Indonesia, Kamis (24/11/2022).
Asisten Operasi Mabes ABRI Kolonel M Sanif memperingatkan Luhut untuk selalu waspada mengingat posisinya rentan disusupi. Berkat peringatan itu, Luhut menjadi lebih waspada. Pada malam hari, Luhut meminta anak buahnya untuk selalu siaga dan membuat perlindungan agar tidak menjadi sasaran tembak. Hal yang dikhawatirkan pun terjadi, menjelang tengah malam lokasi Luhut benar-benar diserbu musuh.
Namun karena kesiapsiagaan sudah dijalankan sebelumnya maka kami dapat mengatasi penyerbuan itu," kenang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) ini dalam buku biografinya berjudul Luhut yang ditulis Nurmala Kartini Pandjaitan, adik kandungnya.
Di militer, Luhut besar sebagai prajurit Kopassus. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, antara lain Danden 81 Anti Teroris Kopassus, Asops Danjen Kopassus, Danpusdikpassus, Danpussenif. Jabatan terakhirnya di militer adalah Dankodiklat TNI AD.
Selepas dari militer, Luhut masuk ke birokrasi pemerintahan. Beberapa jabatannya adalah Dubes RI untuk Singapura, Menperindag, Kepala Staf Kepresidenan, Menko Polhukam, dan saat ini menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi.
(abd)
Lihat Juga :