6 Jenderal TNI Pemilik Brevet Kopassus Veteran Operasi Seroja, Nomor 4 Saksikan Komandan Gugur di Pelukan
Minggu, 09 Juli 2023 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam karier militernya, Sutiyoso besar di Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Danjen Kopassus pada 1992. Terakhir jabatannya di militer adalah Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya).
Sutiyoso juga besar di dunia politik. Ia menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga dua periode (1997-2022/2002-2007). Salah satu terobosannya yang masih ada hingga saat ini adalah transportasi massal, Trans Jakarta atau populer disebut busway.
Di periode awal Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sutiyoso ditunjuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, jabatan itu tidak lama, Sutiyoso digantikan Budi Gunawan. Kini, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasdem.
![6 Jenderal TNI Pemilik Brevet Kopassus Veteran Operasi Seroja, Nomor 4 Saksikan Komandan Gugur di Pelukan]()
FOTO/IST
Wiranto juga pernah ikut dalam Operasi Seroja pada 1975-1976. Mantan Panglima ABRI di era Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, dan Presiden Abdurrahma Wahid itu memiliki brevet Kopassus di dada kirinya.
Keikutsertaan Wiranto dalam Operasi Seroja ditunjukkan dengan tanda penghargaan Satyalancana Seroja di baris ke-7 di dada kiri seragam tentaranya.
Sebagai tentara, Wiranto memiliki karier militer yang moncer. Prajurit kelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 itu menduduki jabatan-jabatan strategis, antara lain ajudan presiden, Pangdam Jayakarta, Pangkostrad, KSAD, hingga Panglima TNI.
Setelah tidak aktif di militer, Wiranto dipercaya menjabat menteri. Antara lain Menteri Pertahanan Keamanan (Menhankam) 1998-1999), Menko Polkam (1999-2000), dan Menko Polhukam (2016-2019). Saat ini, Wiranto menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
![6 Jenderal TNI Pemilik Brevet Kopassus Veteran Operasi Seroja, Nomor 4 Saksikan Komandan Gugur di Pelukan]()
FOTO/IST
Prabowo Subianto juga merupakan Jenderal TNI veteran Operasi Seroja yang memiliki brevet Kopassus. Abituren AKABRI 1974 ini berperan besar dalam memimpin sebuah misi penangkapan pemimpin Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato.
Dalam buku biografinya berjudul 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto', tentara kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 tersebut menceritakan pengalaman sedih dalam Operasi Seroja. Komandannya di Unit C Pasukan Nanggala 10, Sudaryanto gugur di pelukan Prabowo dalam operasi di Kota Maubara, Timor Timor.
"Beliau bertahan sampai pukul 03.00 tetapi akhirnya beliau gugur dalam pelukan saya. Saya tidak bisa lupa komandan saya menghembuskan napas terakhir dalam pelukan saya," ucap Prabowo dikutip dari bukunya tersebut.
Dalam sejarah karier militernya, Prabowo pernah menduduki jabatan Danjen Kopassus pada 1995. Jabatan militer terakhirnya adalah Pangkostrad.
Selepas militer, Prabowo mendirikan Partai Gerindra dan beberapa kali maju dalam pemilihan presiden namun belum berhasil. Saat ini Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahana (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Jokowi.
![6 Jenderal TNI Pemilik Brevet Kopassus Veteran Operasi Seroja, Nomor 4 Saksikan Komandan Gugur di Pelukan]()
FOTO/REPRO BUKUEndriartono Sutarto: Prajurit Profesional yang Humas
Selanjutnya adalah Endriartono Sutarto. Abituren AKABRI 1971 ini juga terjun dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Meski besar di Kostrad, tapi Endriartono juga memiliki brevet Kopassus.
Sutiyoso juga besar di dunia politik. Ia menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga dua periode (1997-2022/2002-2007). Salah satu terobosannya yang masih ada hingga saat ini adalah transportasi massal, Trans Jakarta atau populer disebut busway.
Di periode awal Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sutiyoso ditunjuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, jabatan itu tidak lama, Sutiyoso digantikan Budi Gunawan. Kini, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasdem.
3. Jenderal TNI (Purn) Wiranto

FOTO/IST
Wiranto juga pernah ikut dalam Operasi Seroja pada 1975-1976. Mantan Panglima ABRI di era Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, dan Presiden Abdurrahma Wahid itu memiliki brevet Kopassus di dada kirinya.
Keikutsertaan Wiranto dalam Operasi Seroja ditunjukkan dengan tanda penghargaan Satyalancana Seroja di baris ke-7 di dada kiri seragam tentaranya.
Sebagai tentara, Wiranto memiliki karier militer yang moncer. Prajurit kelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 itu menduduki jabatan-jabatan strategis, antara lain ajudan presiden, Pangdam Jayakarta, Pangkostrad, KSAD, hingga Panglima TNI.
Setelah tidak aktif di militer, Wiranto dipercaya menjabat menteri. Antara lain Menteri Pertahanan Keamanan (Menhankam) 1998-1999), Menko Polkam (1999-2000), dan Menko Polhukam (2016-2019). Saat ini, Wiranto menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
4. Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto

FOTO/IST
Prabowo Subianto juga merupakan Jenderal TNI veteran Operasi Seroja yang memiliki brevet Kopassus. Abituren AKABRI 1974 ini berperan besar dalam memimpin sebuah misi penangkapan pemimpin Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato.
Dalam buku biografinya berjudul 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto', tentara kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 tersebut menceritakan pengalaman sedih dalam Operasi Seroja. Komandannya di Unit C Pasukan Nanggala 10, Sudaryanto gugur di pelukan Prabowo dalam operasi di Kota Maubara, Timor Timor.
"Beliau bertahan sampai pukul 03.00 tetapi akhirnya beliau gugur dalam pelukan saya. Saya tidak bisa lupa komandan saya menghembuskan napas terakhir dalam pelukan saya," ucap Prabowo dikutip dari bukunya tersebut.
Dalam sejarah karier militernya, Prabowo pernah menduduki jabatan Danjen Kopassus pada 1995. Jabatan militer terakhirnya adalah Pangkostrad.
Selepas militer, Prabowo mendirikan Partai Gerindra dan beberapa kali maju dalam pemilihan presiden namun belum berhasil. Saat ini Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahana (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Jokowi.
5. Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto

FOTO/REPRO BUKUEndriartono Sutarto: Prajurit Profesional yang Humas
Selanjutnya adalah Endriartono Sutarto. Abituren AKABRI 1971 ini juga terjun dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Meski besar di Kostrad, tapi Endriartono juga memiliki brevet Kopassus.
Lihat Juga :