Pembelian Pesawat Tempur Mirage Bekas Dinyinyiri, Prabowo Beri Penjelasan
Jum'at, 07 Juli 2023 - 17:54 WIB
loading...
Menhan Prabowo Subianto secara simbolis menyerahkan Pesawat C-130J Super Hercules kedua kepada KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (6/7/2023). FOTO/MPI/RIANA RIZKIA
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengakui banyak pihak nyinyir kepada dirinya setelah Indonesia membeli pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas Qatar. Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa Indonesia membeli pesawat tempur bekas tersebut.
"Jadi, dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah ya mau macem-macem, menilai bahwa diomongin pesawat bekas, pesawat bekas," kata Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Prabowo menjelaskan, pemerintah Indonesia terpaksa membeli pesawat bekas karena sejumlah alasan mendesak. Salah satunya karena Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan udara. Terlebih, banyak pesawat tempur yang sudah tua serta proses pembaruan membutuhkan waktu lama.
Pesawat tempur Mirage 2000-5 memiliki sistem yang hampir setingkat dengan Pesawat Rafale. Keduanya merupakan produksi Dassault Aviation Prancis.
"Iya saya sudah jawab pada kesempatan-kesempatan yang lain, jadi Rafale pesawat teknologi Prancis generasi 4 setengah ya. Kita sudah pesan dan yang pertama akan datang itu 36 bulan lagi, yang pertama," katanya.
"Saya dikasih penjelasan karena memang banyak sistemnya itu sebetulnya menuju ke tingkat Rafale. Jadi itu kita pakai, satu untuk kekuatan diintern, untuk interim, sekaligus untuk membiasakan penerbang penerbang kita dengan teknologi Prancis," katanya.
"Jadi, dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah ya mau macem-macem, menilai bahwa diomongin pesawat bekas, pesawat bekas," kata Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Prabowo menjelaskan, pemerintah Indonesia terpaksa membeli pesawat bekas karena sejumlah alasan mendesak. Salah satunya karena Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan udara. Terlebih, banyak pesawat tempur yang sudah tua serta proses pembaruan membutuhkan waktu lama.
Pesawat tempur Mirage 2000-5 memiliki sistem yang hampir setingkat dengan Pesawat Rafale. Keduanya merupakan produksi Dassault Aviation Prancis.
"Iya saya sudah jawab pada kesempatan-kesempatan yang lain, jadi Rafale pesawat teknologi Prancis generasi 4 setengah ya. Kita sudah pesan dan yang pertama akan datang itu 36 bulan lagi, yang pertama," katanya.
"Saya dikasih penjelasan karena memang banyak sistemnya itu sebetulnya menuju ke tingkat Rafale. Jadi itu kita pakai, satu untuk kekuatan diintern, untuk interim, sekaligus untuk membiasakan penerbang penerbang kita dengan teknologi Prancis," katanya.
Lihat Juga :