Pemerintah Bakal Permudah Kepulangan Eksil Korban Pelanggaran HAM Berat
Sabtu, 24 Juni 2023 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Ratusan eksil itu tersebar di berbagai negara kawasan Eropa dan Asia. Dengan rincian 65 orang di Belanda, 1 orang dan 37 keturunannya di Rusia, 14 di Ceko, 8 di Swedia, 2 orang dan 1 keturunannya di Slovenia, 1 orang di Albania, 1 di Bulgaria, 1 di Inggris, 1 di Jerman, 1 di Suriah dan 2 orang Malaysia.
Sebanyak 134 orang merupakan korban peristiwa 1965. Sedangkan 2 orang lainnya berada di Malaysia, masing-masing korban Kerusuhan Mei 1998 dan korban Peristiwa Simpang KKA Aceh 1999.
Teguh Pudjo mengatakan, jumlah eksil saat ini merupakan data sementara. Ia tidak menutup kemungkinan angka tersebut akan bertambah. Terlebih setelah Presiden Jokowi mengumumkan program-program pemulihan, melalui kick off penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu pada 27 Juni 2023 di Romah Geudong Aceh.
"Dan di Aceh sendiri ini saya punya keyakinan akan terus bertambah setelah pelaksanaan kick off, karena di beberapa peristiwa juga mereka selama ini merasa bahwa didata saja tapi tidak ada realisasi. Tapi saya yakin melalui kick off ini mereka akan mendaftarkan diri sebagai korban," katanya.
"Ini kan terus berlanjut. Misalnya nanti program ini, pemulihan hak korban ini, mereka melihat ini. Ada perwakilan yang datang ke sini, mereka akan bercerita. Saya lihat itu menjadi magnet bagi mereka yang belum terdata," sambungnya.
Sebanyak 134 orang merupakan korban peristiwa 1965. Sedangkan 2 orang lainnya berada di Malaysia, masing-masing korban Kerusuhan Mei 1998 dan korban Peristiwa Simpang KKA Aceh 1999.
Teguh Pudjo mengatakan, jumlah eksil saat ini merupakan data sementara. Ia tidak menutup kemungkinan angka tersebut akan bertambah. Terlebih setelah Presiden Jokowi mengumumkan program-program pemulihan, melalui kick off penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu pada 27 Juni 2023 di Romah Geudong Aceh.
"Dan di Aceh sendiri ini saya punya keyakinan akan terus bertambah setelah pelaksanaan kick off, karena di beberapa peristiwa juga mereka selama ini merasa bahwa didata saja tapi tidak ada realisasi. Tapi saya yakin melalui kick off ini mereka akan mendaftarkan diri sebagai korban," katanya.
"Ini kan terus berlanjut. Misalnya nanti program ini, pemulihan hak korban ini, mereka melihat ini. Ada perwakilan yang datang ke sini, mereka akan bercerita. Saya lihat itu menjadi magnet bagi mereka yang belum terdata," sambungnya.
(muh)
Lihat Juga :