Kembangkan Potensi Pariwisata Daerah melalui Merek
Sabtu, 17 Juni 2023 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Ia berpendapat bahwa apabila suatu produk yang dijual memiliki dan mempertahankan kualitas, otomatis produk tersebut akan terbangun reputasi baik di mata konsumen.
“Inilah yang harus bapak ibu pelaku usaha di Kepri yang sedang membangun usaha, pertama coba lakukan bagaimana membangun branding produk dengan label merek yang baik, yang bisa membedakan antara produk bapak ibu dengan produk lain, sehingga produk bapak ibu menjadi produk yang khas dan dapat bersaing dengan produk-produk lainnya,” terang Adel.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau, Aries Fhariandi. Dirinya mengatakan usaha yang dapat berkembang adalah yang memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat diingat oleh konsumen.
“Ketika ibu datang ke Tanjung Pinang, kulineran, ingat apa kalau ke Tanjung Pinang? yang punya usaha coba evaluasi, ketika pertanyaan itu tidak ada di jawaban konsumen, artinya produk bapak ibu belum berkarakter, karena belum membekas dihati konsumen,” pungkasnya.
Sebagai informasi kegiatan ini dihadiri kurang lebih 200 orang yang berasal dari dinas- dinas terkait, pelaku UMKM, komunitas kesenian adat dan budaya, serta perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Selain menggelar IP Talks, pada projek IP and Tourism Kepulauan Riau ini, DJKI juga membuka booth konsultasi KI dan pameran produk UMKM serta Kuliner khas Kepulauan Riau.
“Inilah yang harus bapak ibu pelaku usaha di Kepri yang sedang membangun usaha, pertama coba lakukan bagaimana membangun branding produk dengan label merek yang baik, yang bisa membedakan antara produk bapak ibu dengan produk lain, sehingga produk bapak ibu menjadi produk yang khas dan dapat bersaing dengan produk-produk lainnya,” terang Adel.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau, Aries Fhariandi. Dirinya mengatakan usaha yang dapat berkembang adalah yang memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat diingat oleh konsumen.
“Ketika ibu datang ke Tanjung Pinang, kulineran, ingat apa kalau ke Tanjung Pinang? yang punya usaha coba evaluasi, ketika pertanyaan itu tidak ada di jawaban konsumen, artinya produk bapak ibu belum berkarakter, karena belum membekas dihati konsumen,” pungkasnya.
Sebagai informasi kegiatan ini dihadiri kurang lebih 200 orang yang berasal dari dinas- dinas terkait, pelaku UMKM, komunitas kesenian adat dan budaya, serta perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Selain menggelar IP Talks, pada projek IP and Tourism Kepulauan Riau ini, DJKI juga membuka booth konsultasi KI dan pameran produk UMKM serta Kuliner khas Kepulauan Riau.
(ars)
Lihat Juga :