Istana Bakal Kurangi Jumlah Orang yang Bertemu Jokowi
Jum'at, 24 Juli 2020 - 17:59 WIB
loading...
Presiden Jokowi saat menyerahkan bantuan modal kepada pedagang kecil, pedagangan asongan, dan pedagang kaki lima di Istana, 13 Juli 2020 Foto/setkab.go.id
A
A
A
JAKARTA - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan bakal mengurangi jumlah orang yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Namun, dia memastikan intensitas kerjanya tidak akan berkurang sama sekali.
Hal ini menyusul kabar Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dinyatakan positif Covid-19 setelah pekan lalu bertemu Presiden Jokowi. "Mungkin tidak mengurangi intensitas kerja Beliau, tetapi mungkin jumlah orang yang akan kami kurangi," katanya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/7/2020).(Baca juga: Wakil Wali Kota Solo Positif Covid-19, Jokowi Segera Jalani Swab Test ).
Dia mengatakan, sebenarnya jumlah orang yang bertatap muka dengan Presiden Jokowi sudah dikurangi. Namun akan lebih dikurangi lagi. "Walaupun sekarang sudah kami (lakukan), contohnya setiap bertemu dengan warga. Tadi sore misalnya jam 3 di Bogor ada 30 (orang), mungkin akan kami pikirkan, kami kurangkan jadi 20. Dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi," ungkapnya.
Heru mengatakan, selama ini dalam menerima tamu Presiden Jokowi sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari keharusan rapid test, menggunakan masker, dan jaga jarak. (Baca juga: Ditanya Kapan COVID-19 Berakhir, Ini Jawaban Jubir Wiku ).
Hal ini menyusul kabar Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dinyatakan positif Covid-19 setelah pekan lalu bertemu Presiden Jokowi. "Mungkin tidak mengurangi intensitas kerja Beliau, tetapi mungkin jumlah orang yang akan kami kurangi," katanya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/7/2020).(Baca juga: Wakil Wali Kota Solo Positif Covid-19, Jokowi Segera Jalani Swab Test ).
Dia mengatakan, sebenarnya jumlah orang yang bertatap muka dengan Presiden Jokowi sudah dikurangi. Namun akan lebih dikurangi lagi. "Walaupun sekarang sudah kami (lakukan), contohnya setiap bertemu dengan warga. Tadi sore misalnya jam 3 di Bogor ada 30 (orang), mungkin akan kami pikirkan, kami kurangkan jadi 20. Dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi," ungkapnya.
Heru mengatakan, selama ini dalam menerima tamu Presiden Jokowi sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari keharusan rapid test, menggunakan masker, dan jaga jarak. (Baca juga: Ditanya Kapan COVID-19 Berakhir, Ini Jawaban Jubir Wiku ).
(zik)
Lihat Juga :