Ustaz Maulana Sebut Cak Imin Pemimpin Bijaksana
Jum'at, 09 Juni 2023 - 16:29 WIB
loading...
Ustaz Maulana menyebut Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai sosok pemimpin bijaksana yang mewakil kalangan santri. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pendakwah kondang Muhammad Nur Maulana atau yang populer dipanggil Ustaz Maulana menyebut Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai sosok pemimpin bijaksana yang mewakil kalangan santri. Menurut Ustadz Maulana, Cak Imin merupakan satu-satunya tokoh yang muncer di kancah politik yang berasal dari kalangan santri dan juga keluarga Nahdlatul Ulama (NU).
"Gus Muhaimin adalah sosok yang menyenangkan, bersahabat, pintar menyelesaikan masalah, senantiasa memberi solusi serta inspirasi buat kita semua, masyaAllah," kata Ustaz Maulana, Jumat (9/6/2023).
Ustaz Maulana mengingatkan, pada Pilpres 2024 rakyat Indonesia harus mencari calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria kepemimpinan Rasulullah, yaitu jujur, amanah, cerdas, dan senantiasa menyampaikan kebenaran.
Baca juga: Ikuti Demokrat Ancam Anies, PKB Evaluasi KKIR bila Tak Umumkan Capres-Cawapres Bulan Ini
Tidak hanya itu, Indonesia butuh sosok pemimpin yang mampu menjadi perekat bangsa, punya visi dan keberpihakan yang jelas, dekat dengan Ulama dan Habaib. Biasanya, kata dia, yang memenuhi kreteria itu adalah santri yang punya landasan keagamaan kuat.
"Gus Muhaimin adalah sosok yang menyenangkan, bersahabat, pintar menyelesaikan masalah, senantiasa memberi solusi serta inspirasi buat kita semua, masyaAllah," kata Ustaz Maulana, Jumat (9/6/2023).
Ustaz Maulana mengingatkan, pada Pilpres 2024 rakyat Indonesia harus mencari calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria kepemimpinan Rasulullah, yaitu jujur, amanah, cerdas, dan senantiasa menyampaikan kebenaran.
Baca juga: Ikuti Demokrat Ancam Anies, PKB Evaluasi KKIR bila Tak Umumkan Capres-Cawapres Bulan Ini
Tidak hanya itu, Indonesia butuh sosok pemimpin yang mampu menjadi perekat bangsa, punya visi dan keberpihakan yang jelas, dekat dengan Ulama dan Habaib. Biasanya, kata dia, yang memenuhi kreteria itu adalah santri yang punya landasan keagamaan kuat.
Lihat Juga :