Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi

Kamis, 08 Juni 2023 - 12:07 WIB
loading...
A A A
Partai Golkar merupakan anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan PPP. Meski PPP sudah terang-terangan mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar, KIB diklaim masih solid.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi mendorong Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan (Zulhas) menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024. Opsi itu jika Menteri BUMN Erick Thohir tidak dipinang Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo sebagai cawapres.

7. Erick Thohir

Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi


Pria kelahiran Gunung Sugih, Lampung pada 30 Mei 1970 ini menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia juga menjabat Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.

Erick Thohir pernah menjadi presiden Inter Milan dan mantan pemilik klub Amerika Serikat, DC united. Sementara di dalam negeri, Erick Thohir pernah menjadi wakil komisaris Persib Bandung dan kini sedang menjadi pemilik Persis Solo.

Selain sepak bola, Erick Thohir juga memiliki pengalaman di dunia basket. Erick Thohir pernah memiliki saham klub NBA, Philadelphia 76ers dan kini masih menjadi pemilik klub basket Indonesia, Satria Muda Pertamina Jakarta.

Selain itu, Erick Thohir sempat menjadi Ketua Pelaksana Asian Games 2018 di Indonesia dan membuat pesta olahraga se-Asia itu berjalan lancar di Jakarta dan Palembang.

Di Pilpres 2019, Erick Thohir didapuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bagi pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Erick masuk bursa cawapres di beberapa survei belakangan ini.

Nama Erick disodorkan PAN ke PDIP untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar dan ke Partai Gerindra untuk menjadi tandem Prabowo.

8. Prabowo Subianto

Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi


Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) ini dilantik sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) oleh Presiden Jokowi pada 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju Masa Jabatan 2019-2024. Pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 ini adalah Ketua Umum Partai Gerindra.

Partainya mendorong dirinya menjadi capres di Pilpres 2024. Gerindra menjalin koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namanya Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Prabowo adalah anak dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Prabowo merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Kedua kakaknya perempuan; Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu adik laki-laki, Hashim Djojohadikusumo.

Prabowo pernah menjabat Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998), Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998), serta Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (1998).

Prabowo merupakan salah satu tokoh alumni Partai Golkar yang mendirikan sebuah parpol. Dia pernah maju dalam konvensi capres Partai Golkar pada 2004. Saat itu, konvensi dimenangkan oleh mantan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

Pada Pilpres 2009, Prabowo menjadi cawapres pendamping Megawati atau dikenal duet Mega-Pro. Namun, pilpres kala itu dimenangkan oleh SBY-Boediono.

Pada Pilpres 2014, Prabowo kembali maju. Kali ini, Prabowo menjadi capres mendampingi Hatta Rajasa sebagai cawapresnya. Pilpres saat itu dimenangkan oleh Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Kemudian, pada Pilpres 2019 Prabowo kembali maju sebagai capres. Kali ini, cawapresnya adalah Sandiaga Uno. Namun, pemenangnya adalah Jokowi-Maruf Amin.

Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengklaim Presiden Jokowi ingin Prabowo Subianto berpasangan dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Dia mengaku pernah menanyakan kepada Presiden Jokowi mengenai hal tersebut.

"Terakhir juga bicara dengan Presiden, 'gimana Pak?' (dijawab) masih usaha untuk itu (menduetkan Prabowo dan Ganjar)," kata Budi di Kantor DPP Projo, Jakarta Selatan, Kamis (25/5/2023).

9. Nasaruddin Umar

Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi


Selain seorang kiai, Nasaruddin Umar juga berpengalaman di dunia pendidikan. Nasaruddin Umar lahir di Bone, 23 Juni 1959. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Menteri Agama dari tahun 2011 sampai 2014.

Nasaruddin juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama. Dia juga pernah menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama/Kementerian Agama. Nasaruddin juga menjadi anggota Tim Penasihat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Sejak 2016 Nasaruddin menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal. Nasaruddin juga tercatat sebagai salah satu Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027. Rekam jejak Nasaruddn Umar di dunia pendidikan juga cukup banyak.

Nasaruddin menempuh studi pascasarjana di IAIN/UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan mendapatkan gelar Magister (1992) serta doktoral (PhD) (1998). Selama studi kedoktorannya, dia menjadi salah satu mahasiswa yang menjalani Program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994).

Selain itu, juga sebagai salah satu mahasiswa yang menjalani Program Ph.D di Universitas Leiden, Belanda (1994-1995). Seusai mendapatkan gelar doktoral, ia menjadi sarjana tamu di Shopia University, Tokyo (2001), sarjana tamu di SOAS University of London (2001-2002), dan sarjana tamu di Georgetown University, Washington DC (2003-2004).
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Ganjar Ungkap Agenda...
Ganjar Ungkap Agenda Rakernas I PDIP di Ancol, Sistem Pilkada hingga Keluhan Masyarakat
Bupati Ponorogo Sugiri...
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK, Ini Respons PDIP
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Beri Dukungan, Ganjar...
Beri Dukungan, Ganjar Datang ke Sidang Pledoi Hasto | Sindo Prime
Ganjar, Rano Karno,...
Ganjar, Rano Karno, hingga Risma Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Rekomendasi
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved