Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi
Kamis, 08 Juni 2023 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Pria kelahiran Sampang, Madura, 13 Mei 1957 ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Sebelumnya, Mahfud pernah menjabat Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila pada periode 2017–2018.
Dia juga pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia periode 2008–2013. Mahfud juga pernah menjadi anggota DPR menempati Komisi III dan Wakil Ketua Badan Legislatif (2004-2008).
Tak hanya itu, dia pun pernah dipercaya sebagai Menteri Pertahanan (2000 2001). Dia banyak mengenyam pendidikan di Yogyakarta. Salah satu riwayat pendidikannya adalah Sarjana Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Kemudian, Sarjana Sastra Arab Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Magister Ilmu Politik Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Doktor Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Profesor Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Mahfud adalah Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Mahfud pernah nyaris menjadi cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019.
Dia sudah dihubungi pihak Istana Kepresidenan. Bahkan, Mahfud juga diminta menjahit baju untuk konvoi. Akan tetapi, detik-detik terakhir berubah, nama Mahfud diganti Ma’ruf Amin.
Diberitakan SINDOnews, penetapan KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres yang bakal mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 menjadi kejutan tersendiri. Sebab, satu hari terakhir nama yang muncul di permukaan untuk mendampingi Jokowi adalah Mahfud MD.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Mahfud MD yang tak lain adalah sahabat karibnya itu bisa memahami alasan Jokowi memilih KH Maruf Amin. Meski gagal menjadi cawapres, namun Jokowi tidak akan meninggalkan sosok Mahfud MD karena sangat diperlukan untuk mendukung jalannya pemerintahan.
"Kalau beliau (Mahfud MD) rasional banget, saya sangat dekat. Kalau beliau saya kira sangat bisa memahami situasi seperti ini. Tapi orang seperti beliau dugaan saya akan dipakai sama Pak Jokowi Itu orang langka juga kan," ujar Ganjar usai bersilaturahmi ke kediaman KH Mustofa Bisri di Rembang, Kamis (9/8/2018).
![Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi]()
Pria kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971 ini menjabat Gubernur Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini bisa menjadi Gubernur Jawa Barat setelah didukung oleh Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dia sebelumnya menjabat wali kota Bandung setelah diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra. Pria yang pernah dikenal sebagai arsitek ini sempat menjadi Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada Januari 2023, Ridwan Kamil memutuskan bergabung dengan Partai Golkar. Di partai berlambang pohon beringin itu dia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilih dan Co-Chair Badan Pemenangan Pemilu Golkar.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menugaskannya untuk memenangkan Partai Golkar di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Pemilu 2024.
![Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi]()
Pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Karier politik Sandiaga Uno dimulai saat ia dilantik sebagai Wakil Gubenur DKI periode 2017-2022 mendampingi Anies Baswedan.
Setelah dipastikan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019, Sandiaga Salahudin Uno langsung mengundurkan diri sebagai Wagub DKI. Di Partai Gerindra, dia sempat menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina.
Sandi sudah mengundurkan diri dari partai besutan Prabowo Subianto itu. Hal tersebut disampaikan Sandi saat menghadiri acara open house yang digelar Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/4/2023).
Sandi mengaku sempat berbincang secara tertutup bersama Dasco. Dalam perbincangan itu, selain bermaaf-maafan, dirinya juga menyampaikan sejumlah pemikiran. "Intinya mohon pamit," kata Sandiaga Uno usai berbincang tertutup bersama Dasco.
Kini, Sandi dikabarkan akan masuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia mengaku sedang dalam masa ospek. “Ini kan baru satu tahapan, ada beberapa tahapan lain sesuai dengan yang disampaikan oleh Plt Ketum, saya pejuang murni saya akan lewati tahapan-tahapan tersebut, nanti hasilnya pimpinan partai politik yang akan menentukan. Mengalir saja,” tegas Sandi saat ditanya awak media usai menghadiri upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2023).
Sandi pun memastikan akan melewati tahapan-tahapan tersebut. Meskipun, dia menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Plt Ketum PPP Mardiono. “Selain daripada agenda tahapan, karena PPP ini partai besar ya, sudah 50 tahun berdiri, saya hormati prosesnya,” kata dia.
![Deretan Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Nomor 3 Nyaris Jadi Pendamping Jokowi]()
Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1962 ini adalah Ketua Umum Partai Golkar. Di pemerintahan Jokowi saat ini Airlangga menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Sebelumnya, Airlangga mengemban tugas sebagai Menteri Perindustrian periode 2016-2019 dalam Kabinet Kerja (reshuffle jilid ke-2). Dia banyak mengenyam pendidikan di luar negeri.
Dia adalah Sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, D.I. Yogyakarta. Dia juga Advanced Management Program (AMP) Wharton School University of Pennsylvania, Philadelphia-USA.
Selain itu, Master of Business Administration (MBA), Monash University, Melbourne-Australia dan Master of Management Technology (MMT), Melbourne Business School - University of Melbourne Australia.
Mantan anggota DPR ini terpilih sebagai Ketua Umum definitif Partai Golkar secara aklamasi melalui rapat pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Rabu, 13 Desember 2017. Hal tersebut usai Aziz Syamsuddin mundur dari pencalonan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Diaterpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024. Airlangga terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) X di Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Dia juga pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia periode 2008–2013. Mahfud juga pernah menjadi anggota DPR menempati Komisi III dan Wakil Ketua Badan Legislatif (2004-2008).
Tak hanya itu, dia pun pernah dipercaya sebagai Menteri Pertahanan (2000 2001). Dia banyak mengenyam pendidikan di Yogyakarta. Salah satu riwayat pendidikannya adalah Sarjana Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Kemudian, Sarjana Sastra Arab Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Magister Ilmu Politik Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Doktor Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Profesor Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Mahfud adalah Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Mahfud pernah nyaris menjadi cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019.
Dia sudah dihubungi pihak Istana Kepresidenan. Bahkan, Mahfud juga diminta menjahit baju untuk konvoi. Akan tetapi, detik-detik terakhir berubah, nama Mahfud diganti Ma’ruf Amin.
Diberitakan SINDOnews, penetapan KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres yang bakal mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 menjadi kejutan tersendiri. Sebab, satu hari terakhir nama yang muncul di permukaan untuk mendampingi Jokowi adalah Mahfud MD.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Mahfud MD yang tak lain adalah sahabat karibnya itu bisa memahami alasan Jokowi memilih KH Maruf Amin. Meski gagal menjadi cawapres, namun Jokowi tidak akan meninggalkan sosok Mahfud MD karena sangat diperlukan untuk mendukung jalannya pemerintahan.
"Kalau beliau (Mahfud MD) rasional banget, saya sangat dekat. Kalau beliau saya kira sangat bisa memahami situasi seperti ini. Tapi orang seperti beliau dugaan saya akan dipakai sama Pak Jokowi Itu orang langka juga kan," ujar Ganjar usai bersilaturahmi ke kediaman KH Mustofa Bisri di Rembang, Kamis (9/8/2018).
4. Ridwan Kamil

Pria kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971 ini menjabat Gubernur Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini bisa menjadi Gubernur Jawa Barat setelah didukung oleh Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dia sebelumnya menjabat wali kota Bandung setelah diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra. Pria yang pernah dikenal sebagai arsitek ini sempat menjadi Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada Januari 2023, Ridwan Kamil memutuskan bergabung dengan Partai Golkar. Di partai berlambang pohon beringin itu dia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilih dan Co-Chair Badan Pemenangan Pemilu Golkar.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menugaskannya untuk memenangkan Partai Golkar di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Pemilu 2024.
5. Sandiaga Uno

Pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Karier politik Sandiaga Uno dimulai saat ia dilantik sebagai Wakil Gubenur DKI periode 2017-2022 mendampingi Anies Baswedan.
Setelah dipastikan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019, Sandiaga Salahudin Uno langsung mengundurkan diri sebagai Wagub DKI. Di Partai Gerindra, dia sempat menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina.
Sandi sudah mengundurkan diri dari partai besutan Prabowo Subianto itu. Hal tersebut disampaikan Sandi saat menghadiri acara open house yang digelar Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/4/2023).
Sandi mengaku sempat berbincang secara tertutup bersama Dasco. Dalam perbincangan itu, selain bermaaf-maafan, dirinya juga menyampaikan sejumlah pemikiran. "Intinya mohon pamit," kata Sandiaga Uno usai berbincang tertutup bersama Dasco.
Kini, Sandi dikabarkan akan masuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia mengaku sedang dalam masa ospek. “Ini kan baru satu tahapan, ada beberapa tahapan lain sesuai dengan yang disampaikan oleh Plt Ketum, saya pejuang murni saya akan lewati tahapan-tahapan tersebut, nanti hasilnya pimpinan partai politik yang akan menentukan. Mengalir saja,” tegas Sandi saat ditanya awak media usai menghadiri upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2023).
Sandi pun memastikan akan melewati tahapan-tahapan tersebut. Meskipun, dia menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Plt Ketum PPP Mardiono. “Selain daripada agenda tahapan, karena PPP ini partai besar ya, sudah 50 tahun berdiri, saya hormati prosesnya,” kata dia.
6. Airlangga Hartarto

Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1962 ini adalah Ketua Umum Partai Golkar. Di pemerintahan Jokowi saat ini Airlangga menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Sebelumnya, Airlangga mengemban tugas sebagai Menteri Perindustrian periode 2016-2019 dalam Kabinet Kerja (reshuffle jilid ke-2). Dia banyak mengenyam pendidikan di luar negeri.
Dia adalah Sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, D.I. Yogyakarta. Dia juga Advanced Management Program (AMP) Wharton School University of Pennsylvania, Philadelphia-USA.
Selain itu, Master of Business Administration (MBA), Monash University, Melbourne-Australia dan Master of Management Technology (MMT), Melbourne Business School - University of Melbourne Australia.
Mantan anggota DPR ini terpilih sebagai Ketua Umum definitif Partai Golkar secara aklamasi melalui rapat pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Rabu, 13 Desember 2017. Hal tersebut usai Aziz Syamsuddin mundur dari pencalonan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Diaterpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024. Airlangga terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) X di Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Lihat Juga :