Dewan Perubahan Iklim Sebut Gus Muhaimin Pengawal Politik Hijau Indonesia
Senin, 05 Juni 2023 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
“Ini bagian dari dampak perubahan iklim. Banjir kita sudah terjadi setiap saat, bahkan di Jawa tengah banjir menahun belum bisa diatasi. Termasuk juga keanekaragaman hayati yang berkurang.ini juga akan mengancam kehidupan kita. Apalagi pencemaran di kota-kota besar, seperti halnya di Jakarta,” jelasnya.
“Melihat hal ini, persoalan lingkungan perlu dimasukkan dalam strategi pembangunan kehidupan kebangsaan kita. Selama ini persoalan lingkungan sering dianaktirikan, kita hanya fokus kepada ekonomi,” sambungnya.
Hal ini juga senafas dengan RPJN 2045 yang baru disusun oleh Bappenas, dimana pembangunan Indonesia itu menuju ke Indonesia berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Menurutnya, tiga hal ini tidak akan tercapai, kecuali ada sistem politik dan figur yang mengarusutamakan persoalan lingkungan.
“Saya melihat Gus Muhaimin dan PKB paling terdepan untuk urusan lingkungan. Yang lain masih angin-anginan,” lanjut Dewan Perubahan Iklim ini.
Sementara itu, terkait kepemimpinan Gus Muhaimin, menurut Mahawan, selama ini Gus Muhaimin fokus dan konsen terhadap lingkungan baik secara global maupun Indonesia. Bahkan di pertemuan internasional, seperti pertemuan COP di Madrid beberapa waktu lalu, Gus Muhaimin menyerukan isu lingkungan ini sehingga di Indonesia menjadi ramai diperbincangkan padahal sebelumnya isu lingkungan ini biasa-biasa saja.
“Saya juga punya pengalaman personal dengan Pak Muhaimin, seperti pertemuan COP di Madrid. Beliau, bersama saya, sebagai delegasi dari Indonesia untuk perubahan iklim di Madrid. Beliau membuka acara di Paviliun Indonesia, dengan adanya beliau berita mengenai perubahan iklim melonjak di Indonesia. Yang tadinya biasa-biasa saja. Nah, ini peran Pak Muhaimin dengan latar belakangnya, dengan mengarusutamakan perubahan iklim secara politik dan PKB. Itu ternyata berimplikasi terhadap Indonesia,” ungkapnya.
“Melihat hal ini, persoalan lingkungan perlu dimasukkan dalam strategi pembangunan kehidupan kebangsaan kita. Selama ini persoalan lingkungan sering dianaktirikan, kita hanya fokus kepada ekonomi,” sambungnya.
Hal ini juga senafas dengan RPJN 2045 yang baru disusun oleh Bappenas, dimana pembangunan Indonesia itu menuju ke Indonesia berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Menurutnya, tiga hal ini tidak akan tercapai, kecuali ada sistem politik dan figur yang mengarusutamakan persoalan lingkungan.
“Saya melihat Gus Muhaimin dan PKB paling terdepan untuk urusan lingkungan. Yang lain masih angin-anginan,” lanjut Dewan Perubahan Iklim ini.
Sementara itu, terkait kepemimpinan Gus Muhaimin, menurut Mahawan, selama ini Gus Muhaimin fokus dan konsen terhadap lingkungan baik secara global maupun Indonesia. Bahkan di pertemuan internasional, seperti pertemuan COP di Madrid beberapa waktu lalu, Gus Muhaimin menyerukan isu lingkungan ini sehingga di Indonesia menjadi ramai diperbincangkan padahal sebelumnya isu lingkungan ini biasa-biasa saja.
“Saya juga punya pengalaman personal dengan Pak Muhaimin, seperti pertemuan COP di Madrid. Beliau, bersama saya, sebagai delegasi dari Indonesia untuk perubahan iklim di Madrid. Beliau membuka acara di Paviliun Indonesia, dengan adanya beliau berita mengenai perubahan iklim melonjak di Indonesia. Yang tadinya biasa-biasa saja. Nah, ini peran Pak Muhaimin dengan latar belakangnya, dengan mengarusutamakan perubahan iklim secara politik dan PKB. Itu ternyata berimplikasi terhadap Indonesia,” ungkapnya.
Lihat Juga :