Sinergi PSMTI dan Lemhannas dalam Pemantapan Nilai Kebangsaan
Senin, 05 Juni 2023 - 12:04 WIB
loading...
Ketua PSMTI, Wilianto Tanta dalam Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan itu dilakukan di Gedung Lemhannas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2023). Foto/Riyan Rizki
A
A
A
JAKARTA - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia ( PSMTI ) dan Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas) RI kembali bekerja sama. Kali ini kerja sama tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan.
Adapun pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan itu dilakukan di Gedung Lemhannas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2023).
Ketua PSMTI , Wilianto Tanta menyebut, pemberian pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini diikuti oleh 106 anggota dari seluruh PSMTI yang ada di Indonesia. Selain itu, adanya pelatihan itu ditujukan agar menambah wawasan bagi anggota dari PSMTI itu sendiri.
"Dengan adanya kursus ini bisa menambah wawasan pada seluruh putra dan putri dari suku Tionghoa Indonesia dan termasuk juga pemerhati PSMTI," kata Wilianto saat ditemui MNC Portal Indonesia.
“Harapan saya bahwa kami ingin masuk ke arus besar ya, bahwa jangan semuanya menjadi pengusaha, harus berani masuk ke TNI-Polri, Yudikatif, DPR, DPD, Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri dan Duta Besar," sambungnya.
Adapun pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan itu dilakukan di Gedung Lemhannas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2023).
Ketua PSMTI , Wilianto Tanta menyebut, pemberian pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini diikuti oleh 106 anggota dari seluruh PSMTI yang ada di Indonesia. Selain itu, adanya pelatihan itu ditujukan agar menambah wawasan bagi anggota dari PSMTI itu sendiri.
"Dengan adanya kursus ini bisa menambah wawasan pada seluruh putra dan putri dari suku Tionghoa Indonesia dan termasuk juga pemerhati PSMTI," kata Wilianto saat ditemui MNC Portal Indonesia.
“Harapan saya bahwa kami ingin masuk ke arus besar ya, bahwa jangan semuanya menjadi pengusaha, harus berani masuk ke TNI-Polri, Yudikatif, DPR, DPD, Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri dan Duta Besar," sambungnya.
Lihat Juga :