Sistem Proporsional Tertutup Dianggap Potensial Tingkatkan Nepotisme dan Oligarki
Selasa, 30 Mei 2023 - 20:04 WIB
loading...
Ilustrasi pemilu. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wacana penerapan sistem pemilu tertutup diyakini memicu adanya dampak negatif bagi banyak calon anggota legislatif (caleg) dan partainya. Konsekuensi tersebut akan terasa oleh partai politik dan caleg yang sudah resmi mendaftarkan dirinya.
Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan bahwa dampak negatif yang terjadi jika diterapkannya sistem proporsional tertutup adalah mengakarnya oligarki di parlemen. Hal itu dikarenakan sedikitnya persentase caleg untuk lolos ke Senayan jika partainya berada di nomor urut terbawah.
“Pada sistem tertutup partai menjadi sangat powerful dan anggota partai hanya sekrup-sekrup kecil yang nasibnya akan ditentukan sepenuhnya oleh partai,” ujar Lucius, Selasa (30/5/2023).
Baca juga: 8 Fraksi DPR Satu Suara Tolak Sistem Proporsional Tertutup
Sistem proporsional tertutup dinilai cenderung akan membuat para partai politik yang berkuasa bebas menentukan calegnya sendiri. Lucius mengatakan bahwa hal paling ditakutkan yaitu parpol yang berkuasa nantinya akan memilih anggota keluarga atau kerabatnya sendiri untuk menjadi calegnya.
Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan bahwa dampak negatif yang terjadi jika diterapkannya sistem proporsional tertutup adalah mengakarnya oligarki di parlemen. Hal itu dikarenakan sedikitnya persentase caleg untuk lolos ke Senayan jika partainya berada di nomor urut terbawah.
“Pada sistem tertutup partai menjadi sangat powerful dan anggota partai hanya sekrup-sekrup kecil yang nasibnya akan ditentukan sepenuhnya oleh partai,” ujar Lucius, Selasa (30/5/2023).
Baca juga: 8 Fraksi DPR Satu Suara Tolak Sistem Proporsional Tertutup
Sistem proporsional tertutup dinilai cenderung akan membuat para partai politik yang berkuasa bebas menentukan calegnya sendiri. Lucius mengatakan bahwa hal paling ditakutkan yaitu parpol yang berkuasa nantinya akan memilih anggota keluarga atau kerabatnya sendiri untuk menjadi calegnya.
Lihat Juga :