3 Tahap Pendidikan Kopassus, Penuh dengan Latihan Berat dan Mendebarkan
Selasa, 23 Mei 2023 - 12:57 WIB
loading...
A
A
A
Para prajurit dilatih kemampuan patroli ilmu medan dan rawa, serta uji pembebasan tokoh di kamp tawanan. Melalui tahap ini, prajurit Komando setiap hari berenang dan mendayung, melakukan praktek pendaratan, survival laut, renang ponco, hingga berlatih pelolosan.
Kemudian, tahap yang paling mendebarkan menurut Sutiyoso adalah ketika para prajurit Komando satu persatu dilepas di sebuah tempat di Nusakambangan. Dalam hal ini, mereka nantinya harus tiba di save house Pantai Permisan paling lambat pukul 22.00 WIB.
Tanpa perbekalan, prajurit Komando harus melewati banyak rintangan, baik dari kondisi alam maupun kejaran dari instruktur. Apabila tertangkap, maka akan dijebloskan ke dalam kamp tahanan, kemudian diinterogasi dan disiksa supaya buka mulut.
”Persis seperti perang sungguhan. Pada fase pelolosan hanya mereka yang tertangkap saja yang merasakan siksaan sebagai tawanan,” kenang Sutiyoso pada buku biografinya yang berjudul “Sutiyoso The Field General: Totalitas Prajurit Para Komando”.
Kemudian, tahapan akan dilanjutkan dengan kamp tawanan. Selama tiga hari tiga malam, calon prajurit Komando akan diinterogasi dan disiksa sehingga merasakan bagaimana menjadi tawanan. Nantinya, dari mereka yang lolos akan mendapatkan Baret Merah, baju loreng darah mengalir, serta pisau Komando.
Itulah tiga tahapan pendidikan Kopassus yang berat dan mengerikan. Namun, perjuangan para prajurit di pendidikan tersebut sepadan dengan status mereka sebagai pasukan elite yang disegani.
Kemudian, tahap yang paling mendebarkan menurut Sutiyoso adalah ketika para prajurit Komando satu persatu dilepas di sebuah tempat di Nusakambangan. Dalam hal ini, mereka nantinya harus tiba di save house Pantai Permisan paling lambat pukul 22.00 WIB.
Tanpa perbekalan, prajurit Komando harus melewati banyak rintangan, baik dari kondisi alam maupun kejaran dari instruktur. Apabila tertangkap, maka akan dijebloskan ke dalam kamp tahanan, kemudian diinterogasi dan disiksa supaya buka mulut.
”Persis seperti perang sungguhan. Pada fase pelolosan hanya mereka yang tertangkap saja yang merasakan siksaan sebagai tawanan,” kenang Sutiyoso pada buku biografinya yang berjudul “Sutiyoso The Field General: Totalitas Prajurit Para Komando”.
Kemudian, tahapan akan dilanjutkan dengan kamp tawanan. Selama tiga hari tiga malam, calon prajurit Komando akan diinterogasi dan disiksa sehingga merasakan bagaimana menjadi tawanan. Nantinya, dari mereka yang lolos akan mendapatkan Baret Merah, baju loreng darah mengalir, serta pisau Komando.
Itulah tiga tahapan pendidikan Kopassus yang berat dan mengerikan. Namun, perjuangan para prajurit di pendidikan tersebut sepadan dengan status mereka sebagai pasukan elite yang disegani.
(bim)
Lihat Juga :