Mengingat Peristiwa 21 Mei 1998, Mundurnya Soeharto dari Tampuk Kekuasaan
Minggu, 21 Mei 2023 - 11:01 WIB
loading...
Hari ini 21 Mei 2023, tepat 25 tahun lalu pada 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan mundur dari jabatan Presiden. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Hari ini 21 Mei 2023, tepat 25 tahun lalu pada 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan mundur dari jabatan Presiden. Lewat siaran televisi, Presiden Soeharto menyatakan mundur, pada 21 Mei 1998, pada pukul 09.00 WIB.
Mundurnya Soeharto merupakan puncak dari rentetan peristiwa yang terjadi di Mei 1998. Ada berbagai peristiwa yang mengiringi mundurnya Soeharto. Seperti demonstrasi besar-besaran mahasiswa dan masyarakat.
Di tengah gejolak krisis ekonomi dan mulai munculnya penolakan terhadap pemerintahan Soeharto yang saat itu dikenal Orde Baru (Orba). Pada 10 Maret 1998, MPR mengesahkan Soeharto untuk kembali menjadi Presiden RI.
Presiden Soeharto memimpin Indonesia lebih dari 31 tahun, sejak 1967 hingga 1998. Setelah Soeharto kembali menjadi Presiden RI ketujuh kalinya, gelombang aksi mahasiswa menolak Soeharto terus meningkat dan tersebar hampir ke seluruh daerah di Indonesia.
Baca juga: Kilas Balik 21 Mei 1998, Demo Besar-besaran hingga Kerusuhan yang Berujung Mundurnya Soeharto
12 Mei 1998, Mahasiswa Trisakti di Grogol, Jakarta, mengelar aksinya tak jauh dari kampus mereka. Sampai akhirnya, di tengah aksi mahasiswa Trisakti tersebut yang mulai keluar kampus, tersiar kabar duka.
Empat nyawa mahasiswa Trisakti saat itu menjadi korban, yakni Hery Hartanto, Hafidhin Alifidin Royan, Elang Mulia Lesmana, dan Hendriawan Sie.
Mundurnya Soeharto merupakan puncak dari rentetan peristiwa yang terjadi di Mei 1998. Ada berbagai peristiwa yang mengiringi mundurnya Soeharto. Seperti demonstrasi besar-besaran mahasiswa dan masyarakat.
Di tengah gejolak krisis ekonomi dan mulai munculnya penolakan terhadap pemerintahan Soeharto yang saat itu dikenal Orde Baru (Orba). Pada 10 Maret 1998, MPR mengesahkan Soeharto untuk kembali menjadi Presiden RI.
Presiden Soeharto memimpin Indonesia lebih dari 31 tahun, sejak 1967 hingga 1998. Setelah Soeharto kembali menjadi Presiden RI ketujuh kalinya, gelombang aksi mahasiswa menolak Soeharto terus meningkat dan tersebar hampir ke seluruh daerah di Indonesia.
Baca juga: Kilas Balik 21 Mei 1998, Demo Besar-besaran hingga Kerusuhan yang Berujung Mundurnya Soeharto
12 Mei 1998, Mahasiswa Trisakti di Grogol, Jakarta, mengelar aksinya tak jauh dari kampus mereka. Sampai akhirnya, di tengah aksi mahasiswa Trisakti tersebut yang mulai keluar kampus, tersiar kabar duka.
Empat nyawa mahasiswa Trisakti saat itu menjadi korban, yakni Hery Hartanto, Hafidhin Alifidin Royan, Elang Mulia Lesmana, dan Hendriawan Sie.
Lihat Juga :