Hasto Luncurkan Buku Geopolitik Soekarno, Guru Besar Unhan: Bisa Jadi Referensi, Benar-benar Bermanfaat

Sabtu, 20 Mei 2023 - 20:33 WIB
loading...
Hasto Luncurkan Buku...
Sekjen PDIP yang juga Doktor Ilmu Pertahanan Unhan Hasto Kristiyanto, meluncurkan buku Geopolitik Soekarno, di Gedung Lemhannas, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2023). Foto: MPI/Muhammad Refi Sandi
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP yang juga Doktor Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Hasto Kristiyanto, meluncurkan buku Geopolitik Soekarno dengan judul 'Progressive Geopolitical Coexistence'. Peluncurkan buku ini bersamaan dengan 57 buku lainnya dalam rangka Hari Jadi Lemhannas ke-58.

Peluncuran buku ini berlangsung di Gedung Lemhannas, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2023). Buku ini sekaligus merupakan disertasinya berjudul 'Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara'.

Baca Juga: Teka-teki Cawapres Ganjar Pranowo, Sekjen PDIP: Masih Digodok Semaksimal Mungkin

Guru Besar Unhan Prof Purnomo Yusgiantoro menilai, Buku Geopolitik Soekarno Karya Hasto Kristiyanto ini bisa menjadi referensi dalam banyak hal.

"Saya berharap buku ini dapat digunakan sebagai referensi, apakah itu tatanan strategis, taktis, operasional. Buku ini benar-benar sangat bermanfaat," kata Prof Purnomo.

"Hasto seorang praktisi menekuni benar ajaran Bung Karno ini. Hasto melihat perspektif ajaran Bung Karno ini dari dua perspektif, yaitu eksternal (tata pergaulan internasional) dan internal yang terkait dengan falsafah bangsa ini dan trilogi pembangunan. Maka itulah disebut coexistence, hal yang sifatnya seimbang," tambahnya.

Prof Purnomo menyebut dalam tata pergaulan internasional, Bung Karno menginginkan kesejajaran antara negara maju dan negara berkembang. Demikian juga yang ada di dalam negeri. Lalu progressivenya adalah, saat ini geopolitik Soekarno ini sudah menjadi geopolitik Indonesia dan itulah wawasan nusantara.

"Cara pandang kita untuk melihat diri kita sendiri dan melihat lingkungan kita dalam tata pergaulan internasional yaitu coexistence. Itulah wawasan nusantara dan geopolitik Indonesia yang diajarkan di Lemhannas," ucapnya.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-80, Maruf Amin Luncurkan Buku Kiai Wapres, Wapres Kiai

Prof Purnomo melanjutkan, dalam penelitiannya Hasto menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang luar biasa. Data yang dipakai hampir ribuan orang.

"Dalam penelitiannya ditemukan variabel dan indikator yang terkait dengan aspek kehidupan nasional. Dan itulah yang sekarang ini disebut dengan geostrategi Indonesia, yang tidak lain adalah ketahanan nasional. Itu yang diajarkan di Lemhannas," jelas Prof Purnomo

Lebih lanjut, Prof Purnomo mengatakan, dalam kaitannya dengan ketahanan negara, bagaimana bangsa ini berjuang di bawah kepemimpinan presiden pertama, yakni Trikora dan Dwikora. Secara progresif bagaimana Indonesia ingin memperkuat pertahanan negara. Lalu Deterrence, bagaimana mengembangkan untuk menghadapi ancaman.

"Dari tiga hal itu, Doktor Hasto Kristiyanto telah melakukan penelitian dengan baik dan untuk itu beliau diberikan predikat summa cum laude," tuturnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 %, Lemhannas Soroti Pentingnya Strategi Mitigasi Global
Buku Authentic Halal...
Buku Authentic Halal Brand Diluncurkan, Halal Kini Jadi Identitas dan Kunci Kepercayaan Konsumen
Purnomo Yusgiantoro...
Purnomo Yusgiantoro Siap Perkuat Organisasi Alumni Lemhannas Seluruh Indonesia
President Club Bersama...
President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Phytochemindo Reksa...
Phytochemindo Reksa Resmikan Pabrik Klapanunggal dan Luncurkan Buku Biografi Wim Kalona
Pengusaha Ini Bagikan...
Pengusaha Ini Bagikan Filosofi Kepemimpinan dalam Bukunya Keduanya
Rekomendasi
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Berita Terkini
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Infografis
Makanan dan Minuman...
Makanan dan Minuman yang Bisa Jadi Pemicu Radang Usus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved