Aktivis 98 Sebut Pengusutan Pelanggaran HAM era Jokowi Cukup Progresif
Selasa, 16 Mei 2023 - 23:45 WIB
loading...
Diskusi 25 Tahun Reformasi bertajuk Kesaksian Pelaku Sejarah dihadiri sejumlah narasumber di Graha Pena 98, Jakarta, Selasa (16/5/2023). Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Aktivis 98 Nezar Patria mengapresiasi perkembangan pengusutan pelanggaran hak asasi manusia ( HAM ) di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Maka itu dia berharap, pemerintah dapat menuntaskan persoalan yang sudah 25 tahun terkatung-katung.
“Terakhir saya dengar presiden melalui Menko Polhukam mengeluarkan satu kebijakan untuk merehabilitasi korban pelanggaran HAM,” kata dia dalam diskusi 25 Tahun Reformasi bertajuk Kesaksian Pelaku Sejarah di Graha Pena 98, Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Baca juga: Aktivis 98 Menceritakan Kembali Tujuan Reformasi
Menurut dia, hal itu merupakan kemajuan yang cukup signifikan. “Ini saya kira kemajuan yang cukup progresif dalam artian korban itu diakui keberadannya dan diakui hak haknya yang harus didapatkan,” imbuh Nezar.
Nezar menjelaskan, proses peradilan pengusutan pelanggaran HAM 98 yang dilakukan saat ini sudah berjalan maksimal. Komnas HAM selaku pihak yang melakukan pengusutan juga telah memberikan rekomendasi kepada DPR, Jaksa Agung, dan Presiden Jokowi.
“Terakhir saya dengar presiden melalui Menko Polhukam mengeluarkan satu kebijakan untuk merehabilitasi korban pelanggaran HAM,” kata dia dalam diskusi 25 Tahun Reformasi bertajuk Kesaksian Pelaku Sejarah di Graha Pena 98, Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Baca juga: Aktivis 98 Menceritakan Kembali Tujuan Reformasi
Menurut dia, hal itu merupakan kemajuan yang cukup signifikan. “Ini saya kira kemajuan yang cukup progresif dalam artian korban itu diakui keberadannya dan diakui hak haknya yang harus didapatkan,” imbuh Nezar.
Nezar menjelaskan, proses peradilan pengusutan pelanggaran HAM 98 yang dilakukan saat ini sudah berjalan maksimal. Komnas HAM selaku pihak yang melakukan pengusutan juga telah memberikan rekomendasi kepada DPR, Jaksa Agung, dan Presiden Jokowi.
Lihat Juga :