Gagasan Mensos Jauhkan Rokok dari Anak Perlu Jadi Gerakan Nasional
Rabu, 22 Juli 2020 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Penyadaran bahaya rokok, khususnya kepada anak-anak, sebagai gerbang sesat menuju narkoba, harus ditanamkan sedini mungkin. Perlu dilakukan kampanye di sekolah-sekolah dan menyisipkannya di dalam mata pelajaran. "Saya bercita-cita sejak menjadi penyuluh di SMA dulu, ekstrakurikuler antinarkoba harus ada di setiap Sekolah," katanya.(Baca juga: Tingkatkan Anggaran, Mensos Matangkan Opsi Penyaluran Bansos Corona )
Sementara itu, Koordinator Nasional Milenial Muslim Bersatu, Khairul Anam juga mendukung usulan Mensos untuk menaikkan setingginya harga rokok hingga Rp100.000 per bungkus. "Kalau perlu usulkan harga rokok Rp200.000," ujar Anam.
Menurutnya, harga yang ditetapkan harus mengatur bahwa nilai pajak rokok adalah 90% dari harga jual. "Kalau sekarang harga rokok adalah Rp20.000, berarti selayaknya harga rokok Rp200.000 per bungkus, sehingga pajak penerimaan negara sebesar Rp180.000 per bungkus. Dengan ini Indonesia harus bangga bisa menjadi jajaran negara penjual harga rokok termahal di dunia. Untuk itu wacana Mensos ini harus kita dukung," kata Khairul Anam.
Sementara itu, Koordinator Nasional Milenial Muslim Bersatu, Khairul Anam juga mendukung usulan Mensos untuk menaikkan setingginya harga rokok hingga Rp100.000 per bungkus. "Kalau perlu usulkan harga rokok Rp200.000," ujar Anam.
Menurutnya, harga yang ditetapkan harus mengatur bahwa nilai pajak rokok adalah 90% dari harga jual. "Kalau sekarang harga rokok adalah Rp20.000, berarti selayaknya harga rokok Rp200.000 per bungkus, sehingga pajak penerimaan negara sebesar Rp180.000 per bungkus. Dengan ini Indonesia harus bangga bisa menjadi jajaran negara penjual harga rokok termahal di dunia. Untuk itu wacana Mensos ini harus kita dukung," kata Khairul Anam.
(abd)
Lihat Juga :