PDIP Pede Ganjar yang Dimaksud Jokowi soal Pemimpin Pemberani
Senin, 15 Mei 2023 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
“Ganjar Pranowo terbukti berani menolak partisipasi Israel yang berisiko menurunkan popularitasnya, demi menjaga amanat konstitusi, regulasi, dan risiko ancaman kerentanan keamanan jika Israel bertanding dalam perhelatan besar seperti Piala Dunia U-20. Sementara capres yang lain sembunyi dan tidak berani bersuara demi menjaga popularitas dan ambisi pribadi mereka,” ujar Deddy, Senin (15/5/2023).
Sifat pemberani Ganjar Pranowo juga terlihat dalam kasus penolakan pembangunan pabrik semen yang merupakan perintah pemerintah pusat dalam menjaga rantai pasok dan stabilitas harga. Menurut Deddy, Ganjar memilih posisi kepentingan nasional meskipun konsekuensinya dia dihujat para aktivis dan pegiat lingkungan.
Dia mengatakan Ganjar juga terang benderang cocok dengan kriteria lain yang disampaikan Jokowi, yaitu dekat dan mengerti denyut suara rakyat. “Rekam jejak kedekatan dengan rakyat, komunikasi langsung secara fisik dan lewat media sosial sangat intens. Tidak ada Capres lain yang memenuhi kriteria kedekatan dan interaksi langsung dengan rakyat itu, jejak digital jelas menggambarkan hal itu,” ungkap Deddy.
Dia menambahkan, Ganjar Pranowo juga paling mungkin meneruskan dan menyempurnakan semua gagasan besar maupun penyelesaian semua program Jokowi yang belum tuntas. Hal itu, kata dia, bisa dipastikan karena Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi berasal dan dibesarkan di rumah ideologis yang sama, yaitu PDIP.
“Mereka berdua anak-anak ideologis Bung Karno yang memahami dan sudah terbiasa mengimplementasikan ideologi keberpihakan pada wong cilik (marhaenisme), memahami dengan utuh Trisakti yakni daulat politik, daulat ekonomi, dan daulat budaya,” terang Deddy.
Sifat pemberani Ganjar Pranowo juga terlihat dalam kasus penolakan pembangunan pabrik semen yang merupakan perintah pemerintah pusat dalam menjaga rantai pasok dan stabilitas harga. Menurut Deddy, Ganjar memilih posisi kepentingan nasional meskipun konsekuensinya dia dihujat para aktivis dan pegiat lingkungan.
Dia mengatakan Ganjar juga terang benderang cocok dengan kriteria lain yang disampaikan Jokowi, yaitu dekat dan mengerti denyut suara rakyat. “Rekam jejak kedekatan dengan rakyat, komunikasi langsung secara fisik dan lewat media sosial sangat intens. Tidak ada Capres lain yang memenuhi kriteria kedekatan dan interaksi langsung dengan rakyat itu, jejak digital jelas menggambarkan hal itu,” ungkap Deddy.
Dia menambahkan, Ganjar Pranowo juga paling mungkin meneruskan dan menyempurnakan semua gagasan besar maupun penyelesaian semua program Jokowi yang belum tuntas. Hal itu, kata dia, bisa dipastikan karena Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi berasal dan dibesarkan di rumah ideologis yang sama, yaitu PDIP.
“Mereka berdua anak-anak ideologis Bung Karno yang memahami dan sudah terbiasa mengimplementasikan ideologi keberpihakan pada wong cilik (marhaenisme), memahami dengan utuh Trisakti yakni daulat politik, daulat ekonomi, dan daulat budaya,” terang Deddy.
Lihat Juga :