Bawaslu Nilai Simulasi Pilkada Tak Ramah Penyandang Disabilitas
Rabu, 22 Juli 2020 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ada hal lain juga yang terlihat dalam simulasi ini justru membebani mereka penyandang disabilitas. Menurut dia, penempatan bilik suara terlalu sempit bagi mereka yang menggunakan kursi roda. Sehingga, hal itu membuat pergerakan kursi roda menjadi terbatas.
Tak hanya itu, dia melihat kotak suara yang menampung surat suara setelah dicoblos, terlalu tinggi posisinya. Sehingga, letak kotak suara ini justru membuat mereka yang menggunakan kursi roda tidak akan bisa menjangkau. "Biasanya, dulu kotak suara ditaruh di kursi yang agak pendek. Menurut saya, ini hal yang bisa dipikirkan ulang atau dicatat," ujarnya.
Afif memastikan, semua hal yang menjadi catatan Bawaslu dalam kegiatan simulasi ini sudah disampaikan langsung kepada KPU. "Karena ini sifatnya simulasi, kami sudah memberikan masukan ke ketua KPU tadi," tandasnya.
Tak hanya itu, dia melihat kotak suara yang menampung surat suara setelah dicoblos, terlalu tinggi posisinya. Sehingga, letak kotak suara ini justru membuat mereka yang menggunakan kursi roda tidak akan bisa menjangkau. "Biasanya, dulu kotak suara ditaruh di kursi yang agak pendek. Menurut saya, ini hal yang bisa dipikirkan ulang atau dicatat," ujarnya.
Afif memastikan, semua hal yang menjadi catatan Bawaslu dalam kegiatan simulasi ini sudah disampaikan langsung kepada KPU. "Karena ini sifatnya simulasi, kami sudah memberikan masukan ke ketua KPU tadi," tandasnya.
(nbs)
Lihat Juga :