Bawaslu Nilai Simulasi Pilkada Tak Ramah Penyandang Disabilitas
Rabu, 22 Juli 2020 - 18:21 WIB
loading...
Bawaslu Nilai Simulasi Pilkada Tak Ramah Penyandang Disabilitas
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) memberikan catatan dalam kegiatan simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di halaman kantornya, Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Dari hasil catatan Bawaslu, simulasi masih dinilai belum memberikan akses kemudahan bagi para penyandang disabilitas .
Anggota Bawaslu Muhammad Afiffudin mencontohkan, saat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memberikan sarung tangan plastik kepada masyarakat sebelum menggunakan hak pilihnya di balik bilik TPS. (Baca juga: Bawaslu: Seluruh Komponen Bertanggung Jawab Sukseskan Pilkada)
Sayangnya, kata dia, sarung tangan tersebut ternyata masih belum memberikan kemudahan bagi masyarakat penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Menurut dia, sarung tangan tersebut justru terlihat merumitkan mereka dalam melajukan kursi rodanya sendiri.
“Kalau dia menggenjot sendiri, itu juga jadi repot, (juga bisa) rusak sarung tangannya. Sarung tangannya kalau dipakai braile enggak bisa membaca. Ini kendala baru dalam proses pilkada di saat wabah ini," kata Afif.
Dari hasil catatan Bawaslu, simulasi masih dinilai belum memberikan akses kemudahan bagi para penyandang disabilitas .
Anggota Bawaslu Muhammad Afiffudin mencontohkan, saat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memberikan sarung tangan plastik kepada masyarakat sebelum menggunakan hak pilihnya di balik bilik TPS. (Baca juga: Bawaslu: Seluruh Komponen Bertanggung Jawab Sukseskan Pilkada)
Sayangnya, kata dia, sarung tangan tersebut ternyata masih belum memberikan kemudahan bagi masyarakat penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Menurut dia, sarung tangan tersebut justru terlihat merumitkan mereka dalam melajukan kursi rodanya sendiri.
“Kalau dia menggenjot sendiri, itu juga jadi repot, (juga bisa) rusak sarung tangannya. Sarung tangannya kalau dipakai braile enggak bisa membaca. Ini kendala baru dalam proses pilkada di saat wabah ini," kata Afif.
Lihat Juga :