Erick Thohir di Harlah Al-Khairiyah: Indonesia Sudah Seharusnya Bangun Ekonomi Umat
Minggu, 07 Mei 2023 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Erick menegaskan pentingnya umat untuk kembali mengutamakan pendidikan agar mayoritas yang ada tidak hanya menjadi buih. Tapi mampu mengubah diri menjadi ombak yang besar dan memberikan pengaruh nyata bagi kemajuan bangsa.
"Pendidikan itu kunci. Dulu ratusan tahun yang lalu, umat Islam sangat progresif di bidang ilmu matematika dan astronomi. Maka dari itu harus dikembalikan lagi kedigdayaan umat di bidang pendidikan. Kita harus terus ikhtiar agar pendidikan dan ekonomi menjadi kekuatan umat Islam di negeri ini," pungkasnya.
Adapun acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR Yandri Susanto, Ketua Umum PB Al-Khairiyah KH Ali Mujahidin, Ketua Majelis Syuro KH Mansur Muchyidin, Dewan Pakar dan Pembina Al-Khairiyah, pimpinan Ormas Keagamaan, pejabat TNI-Polri, serta Direktur pada Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag H Ahmad Zayadi.
Semua peserta yang hadir pada Ultah ke-98 Al-Khairiyah dan Rakeras 1 PB Al-Khairiyah kepengurusan periode 2021-2026 itu mencapai lebih dari 1.000 orang. Sebagian besar adalah pengurus dan kader Al-Khairiyah dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan pengurus cabang istimewa se-Indonesia.
"Pendidikan itu kunci. Dulu ratusan tahun yang lalu, umat Islam sangat progresif di bidang ilmu matematika dan astronomi. Maka dari itu harus dikembalikan lagi kedigdayaan umat di bidang pendidikan. Kita harus terus ikhtiar agar pendidikan dan ekonomi menjadi kekuatan umat Islam di negeri ini," pungkasnya.
Adapun acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR Yandri Susanto, Ketua Umum PB Al-Khairiyah KH Ali Mujahidin, Ketua Majelis Syuro KH Mansur Muchyidin, Dewan Pakar dan Pembina Al-Khairiyah, pimpinan Ormas Keagamaan, pejabat TNI-Polri, serta Direktur pada Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag H Ahmad Zayadi.
Semua peserta yang hadir pada Ultah ke-98 Al-Khairiyah dan Rakeras 1 PB Al-Khairiyah kepengurusan periode 2021-2026 itu mencapai lebih dari 1.000 orang. Sebagian besar adalah pengurus dan kader Al-Khairiyah dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan pengurus cabang istimewa se-Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :