alexametrics

Mahfud MD: Mahasiswa Sekarang Hanya Kejar IPK dan Cepat Lulus

loading...
Mahfud MD: Mahasiswa Sekarang Hanya Kejar IPK dan Cepat Lulus
Mahfud MD bersama pengurus KAHMI lainnya berdiskusi dengan jajaran Redaksi Koran SINDO dan Sindonews di Gedung SINDO Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 38, Jakarta Pusat (Sindonews/Isra Triansyah)
A+ A-
JAKARTA - Ketua Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi organisasi mahasiswa saat ini.

Mahfud menilai organisasi mahasiswa saat ini tidak mampu melahirkan kader bangsa yang berkualitas. Banyak mahasiswa yang hanya berorientasi pada indeks prestasi tinggi dan ingin segera meraih gelar sarjana.

"Semuanya sudah seperti mesin," ucap Mahfud saat berkunjung ke Kantor Redaksi Koran SINDO dan Sindonews di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 38, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2016).



Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menuturkan pada era 60-an hingga akhir 90-an banyak tokoh bangsa yang lahir dari organisasi-organisasi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Mahfud, kebanyakan tokoh-tokoh itu masuk ke perguruan tinggi tidak semata mengejar nilai tinggi.

"Saya sudah sampaikan ke pemerintah kondisi demikian ini. Negara rugi kalau kondisi mahasiswa seperti saat ini. Cepat lulus, cari IPK tinggi. Karena para pemimpin yang kini duduk di pemerintahan itu dahulu kuliahnya juga tak lulus cepat," ucap Mahfud.

Oleh karena itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 KAHMI, Mahfud dan jajarannya akan menggelar rangkaian kegiatan yang bertujuan menggelorakan kembali semangat mahasiswa dalam berorganisasi dan ikut serta membangun bangsa.

"Kami ingin menggairahkan kembali HMI bersama organisasi mahasiswa lainnya sebagai tulang punggung perjuangan bangsa," ucap Mahfud.


PILIHAN:

Menkumham Janjikan SK untuk Muktamar Islah PPP
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak