Kasus Covid-19 Kembali Naik, Wakil Ketua MPR: Protokol Kesehatan Harus Diaktifkan Lagi
Rabu, 03 Mei 2023 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu mendorong para pemangku kepentingan mengaktifkan kembali kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan di ruang publik, sambil memastikan segenap lapisan masyarakat telah melalui tahapan vaksinasi dalam upaya membangun kekebalan komunitas yang lebih baik.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan lonjakan kasus Covid-19 bukan disebabkan adanya peningkatan perjalanan orang tetapi lebih dikarenakan munculnya varian baru.
”Covid-19 varian Arcturus yang tercatat masuk Indonesia pada 10 Maret 3023. Virus ini memiliki daya tular yang lebih tinggi dari varian Omicron, namun ada indikasi tetap bisa menular pada orang yang sudah divaksinasi,” katanya.
Dante mengakui, per awal 2023 imunitas masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 tercatat di atas 90%. Namun imunitas yang terbangun dari hasil vaksinasi rata-rata hanya bertahan selama enam bulan. Sehingga masih diperlukan vaksinasi booster agar imunitas tubuh tetap terjaga.
Dante mengungkapkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah sudah memiliki kesiapan yang memadai terkait kecukupan fasilitas kesehatan, kecukupan stok vaksin Covid-19, persediaan oksigen cair hingga aktivasi telemedicine bagi para pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
”Sebagai langkah penting pencegahan penularan Covid-19, tegas Dante, upaya pemeriksaan sejak dini bila ada gejala-gejala yang dirasakan harus dilakukan. Dengan langkah itu potensi penularan kepada orang lain akan semakin rendah,” katanya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan pandemi Covid-19 termasuk bencana non-alam, sehingga pemerintah tetap akan membiayai, melalui BPJS Kesehatan. Sehingga, peningkatan kasus Covid-19 saat ini, di tengah status pandemi di Indonesia, pengobatan dan penanganannya bisa dibiayai melalui BPJS. ”Secara umum, penanganan terkait public health seperti pandemi Covid-19 merupakan domain dari Kementerian Kesehatan,” katanya.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan lonjakan kasus Covid-19 bukan disebabkan adanya peningkatan perjalanan orang tetapi lebih dikarenakan munculnya varian baru.
”Covid-19 varian Arcturus yang tercatat masuk Indonesia pada 10 Maret 3023. Virus ini memiliki daya tular yang lebih tinggi dari varian Omicron, namun ada indikasi tetap bisa menular pada orang yang sudah divaksinasi,” katanya.
Dante mengakui, per awal 2023 imunitas masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 tercatat di atas 90%. Namun imunitas yang terbangun dari hasil vaksinasi rata-rata hanya bertahan selama enam bulan. Sehingga masih diperlukan vaksinasi booster agar imunitas tubuh tetap terjaga.
Dante mengungkapkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah sudah memiliki kesiapan yang memadai terkait kecukupan fasilitas kesehatan, kecukupan stok vaksin Covid-19, persediaan oksigen cair hingga aktivasi telemedicine bagi para pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
”Sebagai langkah penting pencegahan penularan Covid-19, tegas Dante, upaya pemeriksaan sejak dini bila ada gejala-gejala yang dirasakan harus dilakukan. Dengan langkah itu potensi penularan kepada orang lain akan semakin rendah,” katanya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan pandemi Covid-19 termasuk bencana non-alam, sehingga pemerintah tetap akan membiayai, melalui BPJS Kesehatan. Sehingga, peningkatan kasus Covid-19 saat ini, di tengah status pandemi di Indonesia, pengobatan dan penanganannya bisa dibiayai melalui BPJS. ”Secara umum, penanganan terkait public health seperti pandemi Covid-19 merupakan domain dari Kementerian Kesehatan,” katanya.
Lihat Juga :