Merayakan Hari Kekayaan Intelektual Dunia untuk Perempuan Indonesia yang Kreatif dan Inovatif
Rabu, 26 April 2023 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Masyarakat yang masih belum memahami permohonan pelindungan KI dapat berkonsultasi secara online melalui kanal media sosial, livechat maupun teleconference dengan petugas DJKI. Secara offline, masyarakat dapat mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan di daerah-daerah melalui Safari Menteri Hukum dan HAM, Geographical Indication Drafting Camp, Patent Examiner Goes to Campus, dan Klinik KI Bergerak, atau mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.
Program-program tersebut telah dirancang khusus oleh DJKI agar para calon pemohon KI tidak hanya mampu mendaftarkan KI-nya secara mandiri, tetapi juga dapat memanfaatkannya. Min berharap permohonan KI tahun 2023 ini akan meningkat sebanyak 17% dari angka 257 ribuan di tahun 2022.
“Apabila nanti masyarakat termasuk kaum perempuan sudah siap mendaftarkan, pendaftaran bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja melalui laman internet DJKI sehingga tidak perlu meninggalkan rumah. Hanya bermodalkan internet dan kelengkapan dokumen saja,” tutur Min.
Di samping itu, DJKI juga mencanangkan 2023 sebagai Tahun Merek Nasional dengan salah satu program unggulannya yaitu One Village One Brand. Min menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong masyarakat di daerah-daerah untuk membuat / memiliki produk khas daerah yang bisa dijual secara nasional bahkan global.
“Dalam Program One Village One Brand, para perempuan, para kreator, sampai perajin bisa mengikuti pelatihan untuk menciptakan suatu produk yang akan dijadikan andalan wilayahnya, bagaimana cara melindunginya sampai memanfaatkan nilai KI dalam produknya. Kami harapkan ini bisa meningkatkan pendapatan ekonomi daerah.”
Program-program tersebut telah dirancang khusus oleh DJKI agar para calon pemohon KI tidak hanya mampu mendaftarkan KI-nya secara mandiri, tetapi juga dapat memanfaatkannya. Min berharap permohonan KI tahun 2023 ini akan meningkat sebanyak 17% dari angka 257 ribuan di tahun 2022.
“Apabila nanti masyarakat termasuk kaum perempuan sudah siap mendaftarkan, pendaftaran bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja melalui laman internet DJKI sehingga tidak perlu meninggalkan rumah. Hanya bermodalkan internet dan kelengkapan dokumen saja,” tutur Min.
Di samping itu, DJKI juga mencanangkan 2023 sebagai Tahun Merek Nasional dengan salah satu program unggulannya yaitu One Village One Brand. Min menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong masyarakat di daerah-daerah untuk membuat / memiliki produk khas daerah yang bisa dijual secara nasional bahkan global.
“Dalam Program One Village One Brand, para perempuan, para kreator, sampai perajin bisa mengikuti pelatihan untuk menciptakan suatu produk yang akan dijadikan andalan wilayahnya, bagaimana cara melindunginya sampai memanfaatkan nilai KI dalam produknya. Kami harapkan ini bisa meningkatkan pendapatan ekonomi daerah.”
Lihat Juga :