Fahri Hamzah soal Petugas Partai: Capres Harus Klir

Rabu, 26 April 2023 - 11:30 WIB
loading...
Fahri Hamzah soal Petugas...
Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengatakan bahwa presiden adalah jabatan publik tertinggi di negeri ini. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengatakan bahwa presiden adalah jabatan publik tertinggi di negeri ini. Sebab, presiden merangkap sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan sekaligus.

Karena itu, calon presiden ( capres ), harus klir hubungannya dengan kekuatan di luar negara dan pemerintahan, termasuk statusnya sebagai petugas partai. "Jadi kalau (capres) kalian tidak klir hubungannya dengan kekuatan di luar negara dan pemerintahan, bahayanya adalah karena keputusan negara banyak yang tidak bisa dijelaskan," kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/4/2023).

Mantan Wakil Ketua DPR ini menegaskan, negara modern harus mengakhiri dualisme dalam ruang pengambilan kebijakan politik. Bahkan, saat para pendiri bangsa ini memilih republik sebagai bentuk pemerintahan, kekuasaan tokoh-tokoh feodal seperti raja dan sultan ditiadakan, dengan niatan agar informalitas dan ruang-ruang gelap dalam kekuasaan dihentikan.

Baca juga: Soal Isu Cawapres, Joman: Prabowo Bukan Petugas Partai tapi Petugas Rakyat



"Itu syarat negara modern. Ruang gelap harus ditiadakan. Sayangnya, kita ini bangsa yang lembek, suka enggak jelas dan tidak disiplin dengan konsep-konsep dasar, sehingga mudah menjebak diri dalam persekongkolan, seperti hubungan gelap antara politik formal negara dan politik informal tokoh-tokoh belakang layar. Padahal negara modern harus sedari awal jelas soal beginian," terangnya.

Namun, Fahri menyayangkan bahwa pada milenium baru ini masih ada kekeliruan gagasan tentang republik. Partai politik punya masalah karena sebagai lumbung gagasan mereka tidak lagi memikirkan ide-ide inti dalam bernegara, sehingga yang ditampilkan pun suatu keanehan dan seperti hukum dagang.

"Akhirnya, ya kayak sekarang. Aneh-aneh apa yang ditampilkan. Naar de 'Republiek (1925), meski Tan berada di sebelah kiri. Seperti hukum dagang: 'Waktu untung kita masuk. Waktu rugi kita cabut'. Tekunlah kalian sebagai pedagang, ciptakan lapangan kerja dan bayar pajak kepada negara yang banyak,” ujarnya,

Baca juga: Partai Garuda Minta Pendukung Capres 2024 Tak Perlu Berebut Pesona Paling Sederhana

“Pragmatislah dalam memilih mana yang kalian jual dan mana yang kalian beli, yang penting untung. Buy low sell high. Tapi politik punya aturan main yang berbeda," pungkas Fahri.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fahri Hamzah Minta Elite...
Fahri Hamzah Minta Elite Nasional Jangan Terus Kembangkan Narasi Perpecahan
Fahri Hamzah Kritik...
Fahri Hamzah Kritik Saiful Mujani: Dunia Lagi Memerlukan Kita untuk Kompak Bersatu
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
Program 3 Juta Rumah...
Program 3 Juta Rumah Gagal Terwujud Tahun Ini, Fahri Hamzah Minta Maaf
Fahri Hamzah Kritik...
Fahri Hamzah Kritik Keras BP Tapera: Kebanyakan Bohongin Pak Menteri
Rekomendasi
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Berita Terkini
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved