Sakti! Empat Kali Nyaris Mati, Jenderal Berwajah Besi Ini Melesat Jadi Panglima TNI
Minggu, 23 April 2023 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Namun anehnya, tulis buku tersebut, pasukan SAS tak juga melepaskan tembakan. Mereka terdiam beberapa detik, hingga akhirnya Benny dan pasukannya lolos dari target. Sungguh aneh mengingat kala itu pasukan SAS tinggal melepaskan tembakan. Namun karena tidak dilakukan, akhirnya Benny selamat.
3. Tergantung di Bawah Pesawat
Rekam jejak militer Benny juga diwarnai dengan operasi penumpasan PRRI/Permesta di Sumatera. Pada 17 April 1958, pria bertampang dingin itu menjadi bagian pasukan TNI yang diterjunkan untuk membaskan Padang.
Benny, sang prajurit Baret Merah, berada di perut pesawat C-47 Dakota pagi pukul 06.40 WIB itu. Pada titik yang ditentukan, Benny dkk harus lompat dari pesawat melakukan terjun payung. Hari itu apes. Saat pintu dibuka, angin kencang menerpa membuat pesawat bergoyang. Benny yang sudah di mulut pintu pun melangkah mundur.
Tapi, oleh jump master gerak kaki itu dianggap Benny takut terjun. Tak ayal dia ditendang keluar. Malang betul, kondisi itu membuatnya kaki terbelit tali. Sementara payungnya masih kuncup. Tak ayal Benny tergantung di bawah pesawat. Lututnya berkali-kali terempas bodi pesawat.
Julius Pour dalam 'Benny Tragedi Seorang Loyalis’ menuturkan, dalam kondisi sangat genting itu, tentara yang kenyang asam garam peperangan tersebut langsung mencabut pisau komandonya. Benny memutus tali yang membelit kakinya. “Karena lututnya cedera, dia mendarat tidak sempurna,” kata Julius.
Benny selamat. Berbagai kawah candradimuka pertempuran itu menempanya menjadi prajurit tempur ditakuti dan disegani. Soeharto memercayainya menjadi Asintel Hankam dalam waktu lama. Ketika Jenderal M Jusuf pensiun, Benny Moerdani ditunjuk Pak Harto sebagai Panglima ABRI (28 Maret 1983-27 Februari 1988).
Kendati demikian, akhir kariernya terbilang tragis. Bertahun-tahun menjadi penjaga setia Cendana (istilah lain untuk menyebut Pak Harto), dia disingkirkan. Prajurit yang berperan penting dalam operasi pembebasan sandera pesawat Woyla itu disingkirkan Soeharto dari ring 1.
Baca juga: 9 Jenderal Bintang 2 TNI Jabat Staf Ahli KSAD, Nomor 1 Pernah Tumpas Kelompok Teroris Santoso
Lepas dari Pangab, Benny 'dikotak' menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan. Dia bukan lagi orang yang selalu diandalkan dan dipercaya sang pengusaha Orde Baru itu.
3. Tergantung di Bawah Pesawat
Rekam jejak militer Benny juga diwarnai dengan operasi penumpasan PRRI/Permesta di Sumatera. Pada 17 April 1958, pria bertampang dingin itu menjadi bagian pasukan TNI yang diterjunkan untuk membaskan Padang.
Benny, sang prajurit Baret Merah, berada di perut pesawat C-47 Dakota pagi pukul 06.40 WIB itu. Pada titik yang ditentukan, Benny dkk harus lompat dari pesawat melakukan terjun payung. Hari itu apes. Saat pintu dibuka, angin kencang menerpa membuat pesawat bergoyang. Benny yang sudah di mulut pintu pun melangkah mundur.
Tapi, oleh jump master gerak kaki itu dianggap Benny takut terjun. Tak ayal dia ditendang keluar. Malang betul, kondisi itu membuatnya kaki terbelit tali. Sementara payungnya masih kuncup. Tak ayal Benny tergantung di bawah pesawat. Lututnya berkali-kali terempas bodi pesawat.
Julius Pour dalam 'Benny Tragedi Seorang Loyalis’ menuturkan, dalam kondisi sangat genting itu, tentara yang kenyang asam garam peperangan tersebut langsung mencabut pisau komandonya. Benny memutus tali yang membelit kakinya. “Karena lututnya cedera, dia mendarat tidak sempurna,” kata Julius.
Benny selamat. Berbagai kawah candradimuka pertempuran itu menempanya menjadi prajurit tempur ditakuti dan disegani. Soeharto memercayainya menjadi Asintel Hankam dalam waktu lama. Ketika Jenderal M Jusuf pensiun, Benny Moerdani ditunjuk Pak Harto sebagai Panglima ABRI (28 Maret 1983-27 Februari 1988).
Kendati demikian, akhir kariernya terbilang tragis. Bertahun-tahun menjadi penjaga setia Cendana (istilah lain untuk menyebut Pak Harto), dia disingkirkan. Prajurit yang berperan penting dalam operasi pembebasan sandera pesawat Woyla itu disingkirkan Soeharto dari ring 1.
Baca juga: 9 Jenderal Bintang 2 TNI Jabat Staf Ahli KSAD, Nomor 1 Pernah Tumpas Kelompok Teroris Santoso
Lepas dari Pangab, Benny 'dikotak' menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan. Dia bukan lagi orang yang selalu diandalkan dan dipercaya sang pengusaha Orde Baru itu.
(kri)
Lihat Juga :