Ganjar Capres PDIP, Lobi Politik Jokowi hingga Kompromi Mega-Prabowo untuk Koalisi Besar

Sabtu, 22 April 2023 - 06:30 WIB
loading...
Ganjar Capres PDIP,...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) memakaikan kopiah kepada calon Presiden 2024 yang diajukan PDIP Ganjar Pranowo di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023). FOTO/DPP PDIP
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024. Pengumuman nama Ganjar secara terbuka dilakukan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pengamat Politik Citra Institute Yusak Farchan meyakini, ada peran besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penunjukan Ganjar Pranowo sebagai Capres PDIP. Hal itu ditandai dengan kehadiran Jokowi dalam pengumuman di Istana Batu Tulis, Bogor, Jumat (21/4/2023).

"Hadirnya presiden Jokowi dalam pengumuman Ganjar sebagai capres menegaskan dukungan Jokowi kepada Ganjar. Lobi politik Jokowi kepada Mega untuk mengusung Ganjar dapat dikatakan berhasil," kata Yusak saat dihubungi, Sabtu (22/4/2023).



Yusak menilai dukungan yang juga ditunjukkan Jokowi kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tentu menjadi bagian dari strategi yang dimainkan dengan menaruh telur di banyak keranjang. Patut diakui Jokowi seorang king maker pada Pilpres 2024.

"Bagaimana pun Jokowi berkepentingan menjadi king maker Pilpres 2024," ujarnya.

Menurut Yusak, meski memiliki golden tiket maju sendirian di Pilpres 2024, PDIP tetap akan membangun poros politik dan koalisi dengan parpol lain untuk memenangkan kontestasi. Poros koalisi besar antara Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang sudah digagas, bahkan diendorse langsung oleh Presiden Jokowi ini bisa pecah, apalagi belum ada kesepakatan soal capres dan calon wakil presiden (cawapres).

"Poros besar tersebut belum bersepakat soal siapa capresnya. Kondisi ini membuka peluang, terutama parpol-parpol di KIB untuk merapat ke PDIP. Bahkan parpol di KIB seperti PAN dan PPP kan memang sudah pernah mewacanakan Ganjar sebagai capres. Artinya potensi kedua parpol tersebut untuk bergabung dengan PDIP cukup tinggi," katanya.

Baca juga: PDIP Capreskan Ganjar, Gerindra Perjuangkan Prabowo Jadi Presiden 2024

Ia memprediksi potensi terbentuknya koalisi besar masih terbuka sepanjang ada titik temu soal capres-cawapres antara PDIP, KKIR, dan KIB. Bagaimanapun, PDIP punya argumentasi yang logis untuk mematok jatah capres dalam koalisi besar. Sebagai pemenang pemilu dua kali berturut-turut, wajar jika PDIP meminta bargaining capres.

Sementara itu, Gerindra juga punya argumentasi yang kuat mengingat figur Prabowo dianggap lebih senior dan berpengalaman. Selain itu, elektabilitas Prabowo juga sangat kompetitif dibanding Ganjar.

"Soal capres-cawapres inilah yang berpotensi membuat alot terbentuknya koalisi besar (KKIR, KIB plus PDIP). Jadi memang harus ada yang mengalah," ujarnya.

Karena itu, kata Dekan FISIP Universitas Sutomo ini, soal siapa yang mengalah, kembali pada kompromi politik antara Mega dan Prabowo. Jika tidak ada yang mau mengalah, maka figur Prabowo dan Ganjar akan adu kuat untuk menarik parpol lain, terutama parpol di KIB untuk bergabung.

"Baik PDIP maupun poros KKIR dan KIB, sama-sama berkepentingan mengalahkan poros Koalisi Perubahan. Intinya bagaimana membendung pergerakan Anies. Jika mereka bergabung, potensi mengalahkan Anies sangat besar," kata Yusak.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Berita Terkini
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved