PDIP Ingin Posisi Capres, PAN: Sangat Wajar, Bisa Mengusung Sendiri Malah
Selasa, 18 April 2023 - 19:59 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menilai wajar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menginginkan posisi calon presiden dalam suatu kerja sama politik untuk Pilpres 2024 termasuk Koalisi Besar. Foto/Bachtiar Rojab
A
A
A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional ( PAN ) menilai wajar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menginginkan posisi calon presiden (capres) dalam suatu kerja sama politik untuk Pilpres 2024 termasuk Koalisi Besar. Sebab, partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu pemenang Pemilu 2019.
"Bahwa PDIP mengajukan calon presiden sangat wajar, karena dia kan partai terbesar dan bisa mengusung sendiri malah. Jadi itu sesuatu yang wajar-wajar saja," kata Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/4/2023).
Kendati demikian, menurut Yandri, butuh duduk bersama melalui musyawarah untuk membicarakan siapa yang diusung sebagai capres dan cawapres. PDIP tetap perlu melakukan musyawarah bersama dengan partai lain, apakah calon yang diajukan nantinya diterima atau tidak.
Baca juga: PAN Akui Koalisi Besar Bakal Sulit Tentukan Capres-Cawapres
"Enggak apa-apa PDIP begitu. Tapi nanti kalaupun PDIP mau gabung masuk di koalisi kebangsaan ya tentu kan akan ada musyawarah, apakah calon dari PDIP itu menjadi kesepakatan kan perlu dimusyawarahkan dulu," ujarnya
Maka itu, Wakil Ketua MPR itu mengingatkan PDIP agar tidak bisa memaksakan kehendaknya dalam berkoalisi. "Tapi kan enggak bisa ngotot kalau misalkan nanti musyawarah enggak disepakati, ya itu artinya perlu ada kesepahaman bersama. Tapi PDIP kan bisa ngusung sendiri. Itu hebatnya PDIP kan," tuturnya.
"Bahwa PDIP mengajukan calon presiden sangat wajar, karena dia kan partai terbesar dan bisa mengusung sendiri malah. Jadi itu sesuatu yang wajar-wajar saja," kata Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/4/2023).
Kendati demikian, menurut Yandri, butuh duduk bersama melalui musyawarah untuk membicarakan siapa yang diusung sebagai capres dan cawapres. PDIP tetap perlu melakukan musyawarah bersama dengan partai lain, apakah calon yang diajukan nantinya diterima atau tidak.
Baca juga: PAN Akui Koalisi Besar Bakal Sulit Tentukan Capres-Cawapres
"Enggak apa-apa PDIP begitu. Tapi nanti kalaupun PDIP mau gabung masuk di koalisi kebangsaan ya tentu kan akan ada musyawarah, apakah calon dari PDIP itu menjadi kesepakatan kan perlu dimusyawarahkan dulu," ujarnya
Maka itu, Wakil Ketua MPR itu mengingatkan PDIP agar tidak bisa memaksakan kehendaknya dalam berkoalisi. "Tapi kan enggak bisa ngotot kalau misalkan nanti musyawarah enggak disepakati, ya itu artinya perlu ada kesepahaman bersama. Tapi PDIP kan bisa ngusung sendiri. Itu hebatnya PDIP kan," tuturnya.
Lihat Juga :