Pembelajaran Online Makin Darurat

Selasa, 21 Juli 2020 - 06:58 WIB
loading...
Pembelajaran Online...
Diakui atau tidak, pembelajaran online faktanya memunculkan banyak masalah dan dalam kondisi darurat. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
SUARA keresahan dan kegelisahan para orang tua di tengah penerapan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) makin terdengar nyaring. Dalam sepekan terakhir, tepatnya saat tahun ajaran baru kembali dimulai, suara-suara itu jelas kentara. Tak hanya terdengar di kamar-kamar rumah, luapan keresahan itu juga terlihat di dinding-dinding media sosial.

Tugas dari guru bertubi-tubi, kuota cepat ludes, handphone dan laptop terbatas, pengajaran monoton, link sulit diakses, sinyal susah, dan lelah di depan layar adalah di antara sederet persoalan serius yang kini dihadapi orang tua. Kerepotan bertambah karena mereka juga dituntut untuk membangkitkan semangat dan mengatur ritme belajar anak sebaik mungkin meski tidak di ruang kelas.

Di saat para orang tua sudah mulai banyak beraktivitas di luar rumah lagi seiring pelonggaran-pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online adalah kerepotan baru yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Para orang tua maupun anak-anak mereka seolah ingin berontak melawan kebijakan itu. Namun, apa daya, tak ada kuasa untuk menghadapinya.

Diakui atau tidak, pembelajaran online faktanya memunculkan banyak masalah dan dalam kondisi darurat. Ironisnya, hingga kini belum ada kebijakan terpadu yang mengatur soal pendidikan jarak jauh ini. Hal inilah membuat model PJJ menjadi beragam dan tak beraturan. Di tengah kondisi ini, hakikatnya tak hanya orang tua yang menjadi korban. Anak-anak yang mestinya menimba ilmu dengan cara menyenangkan justru setiap hari seolah dihadapkan dengan pembelajaran yang membingungkan.

Adanya data 32% peserta didik yang tidak memiliki akses belajar di rumah saat PSBB sebagaimana hasil penelitian Wahana Visi Indonesia menguatkan potret pendidikan kala pandemi makin miris. Alih-alih mendapat pendidikan berkualitas, PJJ justru seolah sekadar regulasi formalitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved