ICW Laporkan Johanis Tanak KPK soal Chat Cari Duit ke Dewas
Selasa, 18 April 2023 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Johanis Tanak Yakin Tak Ulangi Kesalahan Lili Pintauli Siregar
Bagaimana tanggapan Johanis Tanak? Dia tidak membantah isi chat tersebut. Tanak menjelaskan bahwa dia dan Idris Sihite sudah bersahabat sejak lama, pernah satu kantor di Kejaksaan Agung. Tanak berdalih percakapan tersebut terjadi saat dirinya memasuki usia pensiun dan akan bertugas di KPK.
"Tentunya kalau orang usia pensiun ini kan dalam kondisi yang sibuk kemudian tiba-tiba harus berhenti, tentunya kita harus mempersiapkan juga. Sama dengan seorang yang menikah, ketika akan menikah tentunya mempersiapkan juga hal-hal apa yang diperlukan," tutur Johanis.
Ia menegaskan tidak ada tujuan negatif dari komunikasi tersebut. Terlebih, ia mengaku paham mengenai hukum bisnis.
"Saya berdiskusi dengan beliau, chatting dengan beliau bahwa saya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan tentunya memberikan pendapat hukum atau legal opinion, kemudian mungkin saja memberikan hal-hal yang, apa, pengetahuan yang bersifat keperdataan kepada beliau," bebernya.
Johanis turut menjelaskan maksud pernyataan 'main di belakang layar'. Saat komunikasi dilakukan, Johanis masih berstatus sebagai pegawai Kejaksaan aktif yang hendak memasuki usia pensiun.
"Di belakang layar karena itu bukan pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan, ini pekerjaan-pekerjaan di luar kantor yang bisa saya kerjakan mana tahu ada yang minta pendapat hukum atau legal opinion, atau mungkin ada permintaan-permintaan untuk koreksi suatu perikatan atau perjanjian-perjanjian tentang dari perusahaan-perusahaan swasta," kata Johanis.
Bagaimana tanggapan Johanis Tanak? Dia tidak membantah isi chat tersebut. Tanak menjelaskan bahwa dia dan Idris Sihite sudah bersahabat sejak lama, pernah satu kantor di Kejaksaan Agung. Tanak berdalih percakapan tersebut terjadi saat dirinya memasuki usia pensiun dan akan bertugas di KPK.
"Tentunya kalau orang usia pensiun ini kan dalam kondisi yang sibuk kemudian tiba-tiba harus berhenti, tentunya kita harus mempersiapkan juga. Sama dengan seorang yang menikah, ketika akan menikah tentunya mempersiapkan juga hal-hal apa yang diperlukan," tutur Johanis.
Ia menegaskan tidak ada tujuan negatif dari komunikasi tersebut. Terlebih, ia mengaku paham mengenai hukum bisnis.
"Saya berdiskusi dengan beliau, chatting dengan beliau bahwa saya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan tentunya memberikan pendapat hukum atau legal opinion, kemudian mungkin saja memberikan hal-hal yang, apa, pengetahuan yang bersifat keperdataan kepada beliau," bebernya.
Johanis turut menjelaskan maksud pernyataan 'main di belakang layar'. Saat komunikasi dilakukan, Johanis masih berstatus sebagai pegawai Kejaksaan aktif yang hendak memasuki usia pensiun.
"Di belakang layar karena itu bukan pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan, ini pekerjaan-pekerjaan di luar kantor yang bisa saya kerjakan mana tahu ada yang minta pendapat hukum atau legal opinion, atau mungkin ada permintaan-permintaan untuk koreksi suatu perikatan atau perjanjian-perjanjian tentang dari perusahaan-perusahaan swasta," kata Johanis.
(muh)
Lihat Juga :