Partai Garuda Minta Serangan Politik soal Utang Negara Dihentikan
Selasa, 18 April 2023 - 03:52 WIB
loading...
Menjelang Pemilu 2024, muncul lagi serangan kepada pemerintah terkait dengan utang negara. Foto: Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi melihat menjelang Pemilu 2024 mulai bermunculan lagi serangan-serangan terkait utang negara oleh orang dan kelompok yang miskin gagasan. Menurutnya, serangan-serangan itu tujuannya untuk mendapatkan perhatian publik.
"Jualannya jualan pro rakyat, agar bisa menjabat," ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya, Senin 17 April 2023. Baca juga: Utang Negara Membengkak Rugikan Generasi Milenial
Teddy berpendapat, negara berutang itu bukan aib. Bahkan, kata dia, negara-negara adidaya, negara-negara yang maju pun berutang, jumlahnya pun gila-gilaan.
"Jadi itu hal biasa, tinggal manfaatnya, apakah utang itu dipergunakan untuk kemaslahatan atau tidak, itu saja, jadi bukan soal berutangnya," tuturnya yang juga sebagai juru bicara Partai Garuda ini.
Dia mengatakan, Indonesia sudah pernah mengalaminya. "Ada rezim yang berutang tapi tidak kelihatan apa hasil dari utang itu, yang ada malah menimbulkan kerusakan di mana-mana, baik secara infrastruktur, ekonomi maupun secara sosial masyarakat, sehingga menjadi beban pemerintah setelahnya," imbuhnya.
"Jualannya jualan pro rakyat, agar bisa menjabat," ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya, Senin 17 April 2023. Baca juga: Utang Negara Membengkak Rugikan Generasi Milenial
Teddy berpendapat, negara berutang itu bukan aib. Bahkan, kata dia, negara-negara adidaya, negara-negara yang maju pun berutang, jumlahnya pun gila-gilaan.
"Jadi itu hal biasa, tinggal manfaatnya, apakah utang itu dipergunakan untuk kemaslahatan atau tidak, itu saja, jadi bukan soal berutangnya," tuturnya yang juga sebagai juru bicara Partai Garuda ini.
Dia mengatakan, Indonesia sudah pernah mengalaminya. "Ada rezim yang berutang tapi tidak kelihatan apa hasil dari utang itu, yang ada malah menimbulkan kerusakan di mana-mana, baik secara infrastruktur, ekonomi maupun secara sosial masyarakat, sehingga menjadi beban pemerintah setelahnya," imbuhnya.
Lihat Juga :