Kuliah Umum di Lemhannas, Hasto Paparkan Pentingnya Teori Geopolitik Soekarno
Senin, 17 April 2023 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
“Syarat utama mengatasi kelemahan selama ini adalah bangun self confidence, ciptakan hukum internasional, perkuat diplomasi pertahanan, perdagangan ekonomi, dan perkuat kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lalu harus diingat, tanpa kemampuan pemimpin intelektual dan visioner, kita tak punya masa depan,” tegas Hasto.
Hasto memberi salah satu contoh bagaimana pentingnya self confidence. Sering orang merasa tak bisa maju jika tak menguasai bahasa Inggris. Padahal China, Jepang, Korea Selatan, bisa maju tanpa perlu menguasai bahasa Inggris.
“China, Jepang, Korea maju bukan karena kuasai bahasa Inggris, tapi karena mentalitas juang mereka. Maka itu yang penting,” tekan Hasto.
Kepada Lemhannas, Hasto mengingatkan agar lembaga itu mampu mengingatkan serta mengaktualisasikan lagi pemikiran geopolitik para pendiri bangsa. Sehingga nantinya para pemimpin yang dididik oleh lembaga itu mampu menjadi pemimpin Indonesia di masa depan yang memiliki kepercayaan diri yang kuat.
Hasto juga menekankan pentingnya pemimpin masa depan memiliki force projection atau memanfaatkan semua potensi sumber daya yang ada untuk kepentingan nasional sesuai dengan tujuan bernegara. Ia lalu menyumbangkan buku Mustika Rasa, satu-satunya mahakarya buku resep makanan asli Indonesia yang dibuat era Presiden Soekarno.
Baca juga: Megawati Belum Juga Umumkan Capres 2024 yang Diusung PDIP, Ternyata Ini Alasannya
“Saya berikan ini untuk perpustakaan Lemhannas. Ini buku Mustika Rasa. Di buku ini dikumpulkan semua bahan makanan dan resep asli Indonesia. Ini bagian dari force projection di bidang pangan. Mari bangun hegemoni kita di bidang pangan dan bumbu-bumbuan karena ini adalah bagian dari kekuatan kita,” tutup Hasto.
Hasto memberi salah satu contoh bagaimana pentingnya self confidence. Sering orang merasa tak bisa maju jika tak menguasai bahasa Inggris. Padahal China, Jepang, Korea Selatan, bisa maju tanpa perlu menguasai bahasa Inggris.
“China, Jepang, Korea maju bukan karena kuasai bahasa Inggris, tapi karena mentalitas juang mereka. Maka itu yang penting,” tekan Hasto.
Kepada Lemhannas, Hasto mengingatkan agar lembaga itu mampu mengingatkan serta mengaktualisasikan lagi pemikiran geopolitik para pendiri bangsa. Sehingga nantinya para pemimpin yang dididik oleh lembaga itu mampu menjadi pemimpin Indonesia di masa depan yang memiliki kepercayaan diri yang kuat.
Hasto juga menekankan pentingnya pemimpin masa depan memiliki force projection atau memanfaatkan semua potensi sumber daya yang ada untuk kepentingan nasional sesuai dengan tujuan bernegara. Ia lalu menyumbangkan buku Mustika Rasa, satu-satunya mahakarya buku resep makanan asli Indonesia yang dibuat era Presiden Soekarno.
Baca juga: Megawati Belum Juga Umumkan Capres 2024 yang Diusung PDIP, Ternyata Ini Alasannya
“Saya berikan ini untuk perpustakaan Lemhannas. Ini buku Mustika Rasa. Di buku ini dikumpulkan semua bahan makanan dan resep asli Indonesia. Ini bagian dari force projection di bidang pangan. Mari bangun hegemoni kita di bidang pangan dan bumbu-bumbuan karena ini adalah bagian dari kekuatan kita,” tutup Hasto.
(kri)
Lihat Juga :