Populer Karena Kinerja, Peluang Erick Thohir Jadi Cawapres Terbuka
Minggu, 16 April 2023 - 22:11 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir menjadi figur yang didorong maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menjadi figur yang didorong maju sebagai calon wakil presiden ( cawapres ) di Pilpres 2024. Kinerja gemilangnya menjadi perhatian masyarakat luas di Tanah Air.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Meidi Kosandi menilai, Erick Thohir memiliki peluang sangat terbuka untuk diusung menjadi cawapres karena didukung masyarakat luas. Merujuk survei Indo Barometer periode 12-24 Februari 2023, elektabilitas Erick Thohir berada di posisi teratas dengan angka 22,9%.
"Erick Thohir memiliki beberapa kelebihan sebagai kandidat cawapres. Pertama karena popularitasnya," kata Meidi, Minggu (16/4/2023).
Baca juga: Elektabilitas Erick Thohir di Jatim Melesat
Selain itu, Erick Thohir juga sukses menciptakan kepemimpinan efektif, terutama selama memimpin BUMN. Erick Thohir sukses meraih capaian membanggakan dengan meningkatkan pendapatan BUMN. Tercatat di kepemimpinannya laba pendapatan BUMN terus naik. Mulai dari Rp13 triliun di 2020 menjadi Rp124,7 triliun pada 2021 dan kembali meningkat hingga Rp303,7 triliun di 2022.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Meidi Kosandi menilai, Erick Thohir memiliki peluang sangat terbuka untuk diusung menjadi cawapres karena didukung masyarakat luas. Merujuk survei Indo Barometer periode 12-24 Februari 2023, elektabilitas Erick Thohir berada di posisi teratas dengan angka 22,9%.
"Erick Thohir memiliki beberapa kelebihan sebagai kandidat cawapres. Pertama karena popularitasnya," kata Meidi, Minggu (16/4/2023).
Baca juga: Elektabilitas Erick Thohir di Jatim Melesat
Selain itu, Erick Thohir juga sukses menciptakan kepemimpinan efektif, terutama selama memimpin BUMN. Erick Thohir sukses meraih capaian membanggakan dengan meningkatkan pendapatan BUMN. Tercatat di kepemimpinannya laba pendapatan BUMN terus naik. Mulai dari Rp13 triliun di 2020 menjadi Rp124,7 triliun pada 2021 dan kembali meningkat hingga Rp303,7 triliun di 2022.
Lihat Juga :