Kejagung Apresiasi LDII yang Terus Menerapkan Nilai Kebangsaan
Sabtu, 15 April 2023 - 19:06 WIB
loading...
A
A
A
"Keberagaman itu dipersilakan, asal jangan membuat keragaman menjadi perbedaan. Kita memiliki NKRI yang harus ditopang dengan Empat Pilar Kebangsaan, sebagai warga negara Indonesia harus memahami hal itu," tutur Amir Yanto yang sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
Direktur Sosial Kemasyarakatan (B) Jamintel, Ricardo Sitinjak menyatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan dan pendataan. Mulai dari LDII di Kediri yang menjadi pusat pendidikan para santri, kemudian ke Solo, Cilacap hingga Manado dan Ternate.
"Kami belum menemukan bukti terkait isu negatif yang dikabarkan orang-orang," tegasnya.
Ia menyoroti salah satu isu negatif yang kerap dihembuskan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, seperti masjid LDII dipel setelah dipakai jamaah lain. "Soal masjid dipel, kalau memang dibersihkan untuk kebersihan, itu merupakan sebagian dari iman. Mengapa harus dianggap eksklusif," ujarnya.
Ricardo Sitinjak menegaskan masjid adalah tempat beribadah, demikian pula masjid LDII. "Siapa pun bisa beribadah di sana, ya boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Yang penting bagaimana kita melakukan ibadah dengan baik dan benar," ucap Ricardo.
Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Teddy Suratmadji mengatakan, dengan adanya kolaborasi ini diharapkan warga LDII terutama di pondok pesantren dan majelis taklim melek hukum.
"Jadi mudah-mudahan, nanti program-program kami untuk mendukung pemerintah seperti klaster tentang kebangsaan dan dakwah itu, akan lebih tajam lagi dilaksanakan di dalam kegiatan dakwah kami," tutupnya.
Direktur Sosial Kemasyarakatan (B) Jamintel, Ricardo Sitinjak menyatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan dan pendataan. Mulai dari LDII di Kediri yang menjadi pusat pendidikan para santri, kemudian ke Solo, Cilacap hingga Manado dan Ternate.
"Kami belum menemukan bukti terkait isu negatif yang dikabarkan orang-orang," tegasnya.
Ia menyoroti salah satu isu negatif yang kerap dihembuskan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, seperti masjid LDII dipel setelah dipakai jamaah lain. "Soal masjid dipel, kalau memang dibersihkan untuk kebersihan, itu merupakan sebagian dari iman. Mengapa harus dianggap eksklusif," ujarnya.
Ricardo Sitinjak menegaskan masjid adalah tempat beribadah, demikian pula masjid LDII. "Siapa pun bisa beribadah di sana, ya boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Yang penting bagaimana kita melakukan ibadah dengan baik dan benar," ucap Ricardo.
Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Teddy Suratmadji mengatakan, dengan adanya kolaborasi ini diharapkan warga LDII terutama di pondok pesantren dan majelis taklim melek hukum.
"Jadi mudah-mudahan, nanti program-program kami untuk mendukung pemerintah seperti klaster tentang kebangsaan dan dakwah itu, akan lebih tajam lagi dilaksanakan di dalam kegiatan dakwah kami," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :