Respons Mahfud MD Masuk Radar Cawapres Anies: Itu Bagian dari Demokrasi
Sabtu, 15 April 2023 - 05:10 WIB
loading...
Menkopolhukam Mahfud MD masuk wacana diduetkan dengan Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menanggapi diplomatis soal wacana diduetkan dengan Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden (cawapres). Bagi Mahfud, hal itu hanya bunga-bunga demokrasi.
"Ya bagus lah, bagian dari bunga-bunga demokrasi," ujar Mahfud saat ditemui seusai menghadiri pelantikan pengurus baru Keluarga Alumni Hukum Universitas Gadjah Mada (KAHGAMA), Jumat (14/4/2023).
Baca Juga: Anies Diberikan Ruang Tentukan Cawapres 2024, PKS: Akan Ada Surprise
Mahfud mengatakan siapa pun nama yang muncul menjelang Pilpres 2024, harus dihargai. Setiap partai juga berhak memunculkan nama.
"Itu bagian dari demokrasi, biar semua muncul. Yang memunculkan nama silakan, tapi harus kita hargai siapa pun yang disebut," tandasnya.
Diketahui, Mahfud MD masuk radar Partai NasDem. Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto menyebut partai besutan Surya Paloh itu sedang mempertimbangkan Mahfud MD sebagai cawapres mendampingi Anies di Pilpres 2024.
"Saya kira Pak Mahfud juga salah satu tokoh yang dalam radar kami," kata Sugeng.
Baca juga: JK Restui Cawapres Anies dari NU atau Muhammadiyah Asalkan Penuhi 2 Syarat Ini
Anies Baswedan telah dideklarasikan oleh Koalisi Perubahan dan Persatuan untuk diusung menjadi Capres 2024. Koalisi Perubahan dan Persatuan digagas oleh Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat.
Tetapi, hingga kini belum ada nama yang mengerucut untuk mendampingi Anies. Bahkan masing-masing anggota Koalisi Perubahan dan Persatuan punya jagoan untuk cawapres. Partai Demokrat secara tegas menolak nama Mahfud MD lantaran dianggap tidak masuk kriteria cawapres Koalisi Perubahan dan Persatuan.
Baca Juga: Saran Relawan ke Anies soal Pilih Cawapres: Jangan Hanya karena Popularitas
"Seperti yang termaktub dalam piagam Koalisi Perubahan dan Persatuan, Partai Demokrat telah memberi mandat kepada capres untuk memilih calon pasangannya. Clear and clean di situ," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Irwan, Rabu (12/4/2023).
Elite Partai Demokrat sejak awal menawarkan Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi cawapres pendamping Anies. Akan tetapi, AHY menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Anies sosok cawapresnya.
Sementara sikap PKS, siapa pun yang dipilih Anies akan didukung sepenuhnya. Namun syaratnya cawapres terpilih berkontribusi dalam pemenangan.
"Kami welcome dan sangat terbuka serta rasional. Siapa yang bisa berkontribusi dengan pemenangan, dan pasti meraih kemenangan akan kita dukung," kata Juru Bicara PKS Pipin Sopian.
Menurut Pipin, nama yang mencuat menjadi pendamping Anies di Pilpres 2024 adalah Ahmad Heryawan (Aher) dari PKS, AHY, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Ya bagus lah, bagian dari bunga-bunga demokrasi," ujar Mahfud saat ditemui seusai menghadiri pelantikan pengurus baru Keluarga Alumni Hukum Universitas Gadjah Mada (KAHGAMA), Jumat (14/4/2023).
Baca Juga: Anies Diberikan Ruang Tentukan Cawapres 2024, PKS: Akan Ada Surprise
Mahfud mengatakan siapa pun nama yang muncul menjelang Pilpres 2024, harus dihargai. Setiap partai juga berhak memunculkan nama.
"Itu bagian dari demokrasi, biar semua muncul. Yang memunculkan nama silakan, tapi harus kita hargai siapa pun yang disebut," tandasnya.
Diketahui, Mahfud MD masuk radar Partai NasDem. Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto menyebut partai besutan Surya Paloh itu sedang mempertimbangkan Mahfud MD sebagai cawapres mendampingi Anies di Pilpres 2024.
"Saya kira Pak Mahfud juga salah satu tokoh yang dalam radar kami," kata Sugeng.
Baca juga: JK Restui Cawapres Anies dari NU atau Muhammadiyah Asalkan Penuhi 2 Syarat Ini
Anies Baswedan telah dideklarasikan oleh Koalisi Perubahan dan Persatuan untuk diusung menjadi Capres 2024. Koalisi Perubahan dan Persatuan digagas oleh Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat.
Tetapi, hingga kini belum ada nama yang mengerucut untuk mendampingi Anies. Bahkan masing-masing anggota Koalisi Perubahan dan Persatuan punya jagoan untuk cawapres. Partai Demokrat secara tegas menolak nama Mahfud MD lantaran dianggap tidak masuk kriteria cawapres Koalisi Perubahan dan Persatuan.
Baca Juga: Saran Relawan ke Anies soal Pilih Cawapres: Jangan Hanya karena Popularitas
"Seperti yang termaktub dalam piagam Koalisi Perubahan dan Persatuan, Partai Demokrat telah memberi mandat kepada capres untuk memilih calon pasangannya. Clear and clean di situ," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Irwan, Rabu (12/4/2023).
Elite Partai Demokrat sejak awal menawarkan Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi cawapres pendamping Anies. Akan tetapi, AHY menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Anies sosok cawapresnya.
Sementara sikap PKS, siapa pun yang dipilih Anies akan didukung sepenuhnya. Namun syaratnya cawapres terpilih berkontribusi dalam pemenangan.
"Kami welcome dan sangat terbuka serta rasional. Siapa yang bisa berkontribusi dengan pemenangan, dan pasti meraih kemenangan akan kita dukung," kata Juru Bicara PKS Pipin Sopian.
Menurut Pipin, nama yang mencuat menjadi pendamping Anies di Pilpres 2024 adalah Ahmad Heryawan (Aher) dari PKS, AHY, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
(thm)
Lihat Juga :