Respons Wapres soal Idulfitri Muhammadiyah dan NU Berpotensi Berbeda

Jum'at, 14 April 2023 - 15:40 WIB
loading...
Respons Wapres soal...
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin ikut merespons potensi perbedaan Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah antara Muhammadiyah dan NU. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin ikut merespons potensi perbedaan Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Wapres pun meminta melaksanakan Lebaran sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Maka yang ditempuh sikap bisa toleransi antar dua kelompok ini untuk masing-masing, ya Lebaran sesuai dengan keyakinannya, dengan hitungannya. Jadi, bahasa Jawanya legawa," tegas Wapres dalam keterangannya, Jumat (14/4/2023).

Baca juga: Sambut Idulfitri 2023, Ini Tempat-tempat Penukaran Uang Baru di Jakarta

Bahkan kata Wapres, perbedaan ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu. Meskipun dulu sempat terjadi konflik, namun saat ini rukun-rukun saja dan saling menghargai metode perhitungan masing-masing.

"Itu sudah kita lakukan bertahun-tahun. Dulu pertama memang agak konflik sedikit yang antara metode ini ribut, tapi belakangan tidak, karena kita terus sosialisasi edukasi, sekarang rukun-rukun saja. Sambil terus mencari metode yang mempertemukan dua metode ini imkanur rukyat dan wujudul hilal," jelas Wapres.

Baca juga: Muhammadiyah Sudah Tetapkan 1 Syawal 1444 H, HNW Desak Revisi Cuti Idulfitri 2023

Wapres pun mengatakan, masing-masing organisasi Islam terbesar di Indonesia itu baik Muhammadiyah maupun NU telah mempunyai metode masing-masing untuk menentukan Hari Raya.

"Iya ini kan memang ada perbedaan kriteria ya dalam menetapkan yang satu inkanurukyat itu di pemerintah menggabungkan hisab dan rukyat. Jadi kemudian hisabnya itu dihitung berapa tingginya tetapi harus dihitung kalau hisabnya di bawah dua itu tidak imkan. Ini kesepakatan termasuk ASEAN itu segitu. Jadi walaupun dia sudah di atas ufuk tapi di bawah dua derajat itu metode inkanurukyat," kata Wapres.

"Tapi Muhammadiyah memang menggunakan wujudul hilal, asal wujud, asal ada saja, walaupun setengah derajat masuk, nah ini beda," tambahnya.

Diketahui, Muhammadiyah berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal menetapkan bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Jumat, 21 April 2023. Sementara itu, NU berpedoman jika dilihat dari ketinggian hilal berdasarkan matahari terbenam, tetapi masih di bawah kriteria minimum imkanur rukyah. Sehingga, puasa Ramadan tahun ini akan digenapkan menjadi 30 hari.

"Nah tahun ini diperkirakan belum dua derajat, karena belum dua derajat sudah tanggal 29 itu hari Jumat, malam Jumat itu dikira-kira itu belum imkanur rukyat, karena diperkirakan Istikmal namanya disempurnakan genap 30 hari. Karena 30 hari puasanya, makanya jatuhnya (Hari Raya) Sabtu," ungkap Wapres.

"Sedangkan muhammadiyah karena sudah di atas ufuk walaupun belum dua derajat dia masuk. Nah ini sudah lama diupayakan untuk bisa bertemu tapi belum ada metode yang bisa menyatukan," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Wapres Ini Segera Dimakzulkan,...
Wapres Ini Segera Dimakzulkan, Terancam Dilarang Berpolitik Seumur Hidup
Wapres AS Vance Blokir...
Wapres AS Vance Blokir Rencana Mossad Libatkan Kurdi dalam Perang Iran
Manfaat dan Hikmah Puasa...
Manfaat dan Hikmah Puasa Syawal, Simak Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Berita Terkini
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved