Muluskan Gibran di Pilkada, Pengamat: Jokowi Bangkrut Moral Politik
Senin, 20 Juli 2020 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Panggil Saingan Gibran ke Istana, Jokowi Dinilai Salahgunakan Kekuasaan)
Lebih-lebih, jika pengakuan Purnomo benar, lanjut Dedi, Jokowi tidak lebih sebatas ”pedagang jabatan”. Baginya hal ini sangat disayangkan karena menambah kuasa keluarga-keluarga atas negara.
Dedi menyarankan, sekurang-kurangnya Jokowi tidak ikut melanggengkan kekuasaan kepada anak dan menantunya bila memang sebagai presiden tidak sanggup menghentikan praktik oligarki. ”Hal ini menjadi preseden sangat buruk, yang menandakan ada kebangkrutan moral politik dalam diri Jokowi,” kata Dedi.
Berkaca dari hal inilah, Dedi menjelaskan alasan mengapa semestinya harus ada regulasi yang sangat kuat untuk membatasi keluarga pejabat publik mengikuti kontestasi politik, terlebih bagi seorang kepala negara.
"KPK perlu secara serius menanggapi ini, karena hanya memungkinkan dua hal, Presiden lakukan abuse of power dan berupaya nepotisme, atau Purnomo yang lakukan pencemaran nama baik Presiden," pungkas dia.
Lebih-lebih, jika pengakuan Purnomo benar, lanjut Dedi, Jokowi tidak lebih sebatas ”pedagang jabatan”. Baginya hal ini sangat disayangkan karena menambah kuasa keluarga-keluarga atas negara.
Dedi menyarankan, sekurang-kurangnya Jokowi tidak ikut melanggengkan kekuasaan kepada anak dan menantunya bila memang sebagai presiden tidak sanggup menghentikan praktik oligarki. ”Hal ini menjadi preseden sangat buruk, yang menandakan ada kebangkrutan moral politik dalam diri Jokowi,” kata Dedi.
Berkaca dari hal inilah, Dedi menjelaskan alasan mengapa semestinya harus ada regulasi yang sangat kuat untuk membatasi keluarga pejabat publik mengikuti kontestasi politik, terlebih bagi seorang kepala negara.
"KPK perlu secara serius menanggapi ini, karena hanya memungkinkan dua hal, Presiden lakukan abuse of power dan berupaya nepotisme, atau Purnomo yang lakukan pencemaran nama baik Presiden," pungkas dia.
(muh)
Lihat Juga :