Pilkada Kota Solo, Lenggang Kangkung Langkah Putra Jokowi

Senin, 20 Juli 2020 - 08:32 WIB
loading...
A A A
Gibran Vs Purnomo

Drama persaingan antara Gibran dan Achmad Purnomo benar-benar dimulai setelah keduanya resmi menjadi bakal calon wali kota Solo. Keduanya gencar melakukan kegiatan dan bertemu dengan masyarakat. Persaingan semakin sengit ketika Achmad Purnomo sempat mundur sebagai bakal calon wali kota dari PDIP. Alasannya adalah tidak tega jika Pilwalkot Solo tetap dilaksanakan di tengah pandemi wabah corona (Covid-19).

Namun, pengunduran diri ditolak oleh anak ranting, ranting, PAC, dan DPC PDIP Solo sebagai pihak yang mengusulkan ke DPP PDIP, sehingga praktis Achmad Purnomo kembali bersaing dengan Gibran untuk memperebutkan rekomendasi. Pengamat politik Universitas Sebelas Maret Solo Agus Riewanto menilai sikap DPC PDIP Solo yang menolak pengunduran diri Achmad Purnomo sebagai bakal calon wali kota merupakan langkah tepat. (Baca juga: Bekerja di Riau, Lima Warga Sumsel Positif Covid-19)

DPC PDIP Solo dinilai juga tengah menegakkan kewibawaannya. “Kalau dilihat dari roda organisasi kepartaian, apa yang dilakukan DPC PDIP Solo itu benar. Seseorang menjadi calon itu kan ditentukan partai politik. Begitu dicalonkan partai politik, maka dianggap berkontrak politik dengan partai itu,” kata Agus Riewanto. Begitu mengundurkan diri, maka tidak diperkenankan karena sifatnya pribadi.

Dirinya juga menilai mundurnya Achmad Purnomo sebagai bakal calon wali kota Solo bukan sekadar tidak setuju pilkada digelar saat pandemi wabah Covid-19. Munculnya putra sulung Presiden Jokowi sebagai pesaing mengakibatkan peluangnya mendapat rekomendasi dari DPP PDIP semakin tipis. "Saya membaca dari aspek politik, dilihat dari gesture dan pesan-pesan politik di balik itu, dia ingin mengatakan simbolik bahwa Pilkada Solo telah selesai,” ungkapnya.

Hadirnya Gibran secara politik kalkulatif membuatnya tidak berpeluang untuk direkomendasi PDIP sebagai calon wali kota Solo, sehingga besar kemungkinan pesan politik yang mau disampaikan adalah daripada martabatnya turun karena tidak mendapat rekomendasi maka lebih baik menyatakan mundur terlebih dahulu. Adanya pandemi wabah Covid-19 menjadi momen sebagai alasan kultural bentuk kearifannya. Sebagai orang tua, kata Agus, Purnomo memandang hal itu bukan sebagai bentuk kompetisi.

Karena itu, dia lebih baik mundur mengingat secara politik tidak memungkinkan mendapat rekomendasi, sehingga Achmad Purnomo dinilai tengah menyampaikan realitas politik yang tengah dihadapi saat ini. Berkompetisi dengan Gibran sebagai anak presiden, dianggap sangat berat karena secara politik gennya lebih tinggi, seperti aspek popularitas, dukungan politik, dan lainnya. Dengan begitu, untuk memenangkan rekomendasi DPP PDIP diusung sebagai calon wali kota, tentunya sangat berat.

Setelah permohonannya ditolak, Achmad Purnomo bersedia kembali maju sebagai bakal calon. Pernak-pernik persaingan makin dibumbui dengan klaim dukungan dari kelompok masyarakat. Suasana semakin menghangat menjelang pengumuman dari DPP PDIP terkait rekomendasi calon wali kota Solo yang akan diusung. Terlebih sehari sebelumnya, telah beredar pesan berantai melalui WhatsApp terkait nama yang memperoleh rekomendasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
Rekomendasi
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
ARMY Siap War Tiket...
ARMY Siap War Tiket Konser BTS ARIRANG in Jakarta Hari Ini, Harga Termurah Rp1,8 Juta
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Berita Terkini
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved