Mengayuh Ekonomi Sepeda

Senin, 20 Juli 2020 - 06:57 WIB
loading...
A A A
Tidak mudah memang untuk menggerakkan industri ini. Tapi, respons pasar yang luar biasa besar akan menjadi sinyal bagus untuk menstimulasi kalangan industri dan industri pendukung lainnya. Tak hanya di sisi manufakturnya, tetapi juga purnajual dan jasa atau bengkel lainnya, termasuk modifikasi. Jalan ke arah itu memang terbuka lebar. Jumlah penduduk yang besar, beragamnya trek dan jalur wisata alam yang alami, bisa menjadi pemantik.

Namun, tidak ada salahnya juga apabila kita melihat negara lain yang industri sepedanya sudah begitu maju agar menjadi benchmarking . Taiwan satu di antaranya. Wilayah otonom ini memiliki reputasi sebagai rajanya sepeda. Sepeda-sepeda yang diproduksi oleh perusahaan Taiwan telah lama dijual ke negara-negara Eropa dan Amerika. Giant, MERIDA, KHS, dan Ideal adalah perusahaan-perusahaan sepeda asal Taiwan yang terkenal secara internasional. Di samping itu, banyak merek sepeda Eropa dan Amerika seperti Trek, Specialized, Schwinn, Bianchi, Birdy, Fuji, dan lain-lain juga dibuat oleh produsen Taiwan.

Berdasarkan catatan Taipei Economic and Trade Office (TETO ), nilai produksi tahunan sepeda dan suku cadang yang diproduksi di Taiwan mencapai lebih dari Rp50 triliun. Jumlah itu lebih setengah dari total nilai produksi sepeda di seluruh dunia. Selain memproduksi sepeda, pabrik-pabrik di Taiwan juga memproduksi komponen suku cadang sehingga mereka menempati posisi penting dalam rantai produksi sepeda global. Sebut saja seperti perusahaan KueiMeng Taiwan (KMC) yang merupakan produsen rantai sepeda terbesar di dunia dengan pangsa pasar global lebih dari 70%.

Selain itu, ada juga pabrik transmisi sepeda SRAM yang merupakan merek kedua terbesar di dunia setelah Shimano dari Jepang. Tak hanya itu, ada juga merek-merek ban sepeda yang sudah dikenal seperti Kenda dan Maxxis. Taiwan juga punya produsen pelek aluminium terkenal yakni Alexrims.

Dengan sederet nama-nama tenar di dunia persepedaan itu, Taiwan boleh jadi menahbiskan diri sebagai rajanya produsen sepeda. Tentu, belum terlambat apabila Indonesia mau menyusul gelar tersebut meski perlu upaya ekstrakeras untuk mewujudkannya. Maka, tak ada salahnya jika industri sepeda ini terus dikayuh demi menggerakkan perekonomian yang lebih luas lagi.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
Berita Terkini
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved